"Ini akan sangat menarik, saya tidak pernah mengalami mata lebam-lebam sehingga dia (Ferguson) mendapatkan tugas yang berat."
Khabib bukan tanpa alasan membuat klaim itu.
Pasalnya, ia selalu mempelajari lawannya terlebih dulu.
"Saya selalu mempelajari kekuatan lawan dan mencoba menangkisnya ketika saya bertanding di arena oktagon," " kata Khabib Nurmagomedov.
"Saya tidak pernah khawatir tentang tentang apa yang akan dilakukan oleh lawan-lawan saya dan bagaimana dia akan melakukannya."
Baca: The Notorious Comeback, Presiden UFC Isyaratkan Gelar Rematch Conor McGregor vs Khabib Nurmagomedov
Baca: Jelang Comeback ke Oktagon Lawan Donald Cerrone, McGregor Kembali Beri Sebutan Negatif untuk Khabib
Meski pertandingan melawan Tony belum terlaksana, pihak Khabib tampaknya sudah mulai memetakan siapa yang akan menjadi lawan The Eagle di pertandingan berikutnya.
Dua di antara nama yang disandingkan adalah Conor McGregor dan Floyd Mayweather Jr.
Terkait semua rumor ini, manajer Nurmagomedov, Ali Abdelaziz, mengaku sudah menerima tawaran pertandingan dari Arab Saudi.
Pihak Arab Saudi bahkan siap memberi bayaran fantastis kepada Nurmagomedov apabila bersedia bertanding tinju melawan Mayweather.
Tidak hanya itu, mereka juga bersiap memberi bayaran serupa jika Nurmagomedov melakoni pertandingan ulang kontra McGregor di sana.
Sang manajer mengklaim Nurmagomedov akan menerima bayaran sebesar 100 juta dolar AS atau senilai 1,3 triliun rupiah untuk setiap pertandingan.
Baca: Khabib Nurmagomedov
Baca: Conor Anthony McGregor
"Saya kenal beberapa orang di Arab Saudi saat ini. Mereka bertemu dengan saya," ucap Abdelaziz kepada TMZ dilansir BolaSport.com dari Sport Bible.
"Mereka ingin membayar Khabib 100 juta dolar untuk melawan Conor dan 100 juta dolar untuk melawan Floyd di Arab Saudi," ucapnya melanjutkan.
Kendati demikian, rencana pertandingan Nurmagomedov terancam batal lantaran relasi buruk UFC dengan Arab Saudi.
UFC mengembalikkan investasi 400 juta dolar AS kepada pemerintah Arab Saudi menyusul kasus pembunuhan jurnalis Washington Post, Jamal Khashoggi.