Khabib Nurmagomedov memang akan kembali bertarung di Ultimate Fighting Championship (UFC).
Ia akan mempertahankan gelarnya di hadapan Tony Ferguson.
Diberitakan Bolasport, pertarungan Khabib vs Tony akan dilangsungkan di Barclays Center, Broklyn, New York, Amerika Serikat, pada 12 April 2020 mendatang.
Baca: Ingin Lakukan Hal Buruk pada McGregor, Juara UFC Ini Enggan Bertarung Lawan Khabib: Dia Saudara
Baca: Dustin Poirier
Tak main-main, pertandingan ini diyakini menjadi pertarungan yang sengit.
Pasalnya, kedua petarung memiliki catatan yang menakjubkan.
Khabib Nurmagomedov belum pernah tersentuh kekalahan dalam 28 pertandingan di UFC.
Dalam pertarungan terakhir, ia sukses mengalahkan Dustin Poirier.
Sebelumnya, Khabib berhasil mempermalukan Conor McGregor.
Di satu sisi yang lain, Tony Ferguson ialah pemegang rekor kemenangan TKO terbanyak sepanjang sejarah UFC.
Ia berhasil menundukkan Donald Cerrone di laga terakhir.
Baca: Kalahkan Donald Cerrone dalam 40 Detik, Conor McGregor Peluk Nenek The Cowboy Usai Pertandingan
Baca: Pensiun dari Tinju setelah Kalahkan Conor McGregor, Floyd Mayweather Rencanakan Comeback di Oktagon
Tak heran jika pertarungan keduanya menuai perhatian banyak pihak.
Satu di antaranya ialah mantan petarung UFC Brendan Schaub.
Diberitakan SportFEAT.com, Brendan Schaub memprediksi Khabib Nurmagomedov akan babak belur di tangan Tony Ferguson meskipun meraih kemenangan.
"Katakanlah Khabib menang, dengan keputusan angka mutlak. Saya yakin dia tak akan mampu menghabisi Tony Ferguson," kata Schaub, dikutip SportFEAT.com dari Essentially Sports.
"Khabib bisa mendapat banyak pukulan. Dia mungkin menang, tapi dia menerima beberapa sikutan, akan ada luka, akan ada masalah."
Menanggapi komentar Schaub, The Eagle tak tinggal diam.
Khabib Nurmagomedov menyebut dirinya tidak akan bonyok saat bertarung dengan Tony Ferguson.
Tak hanya itu, ia bahkan sesumbar tak akan ada petarung UFC yang mampu membuat dirinya babak belur.
Tak akan ada yang bisa membuat wajah saya babak belur dan saya tidak yakin akan mendapatkan luka serius sehingga wasit memutuskan untuk menghentikan pertarungan," ucap Khabib.
"Ini akan sangat menarik, saya tidak pernah mengalami mata lebam-lebam sehingga dia (Ferguson) mendapatkan tugas yang berat."
Khabib bukan tanpa alasan membuat klaim itu.
Pasalnya, ia selalu mempelajari lawannya terlebih dulu.
"Saya selalu mempelajari kekuatan lawan dan mencoba menangkisnya ketika saya bertanding di arena oktagon," " kata Khabib Nurmagomedov.
"Saya tidak pernah khawatir tentang tentang apa yang akan dilakukan oleh lawan-lawan saya dan bagaimana dia akan melakukannya."
Baca: The Notorious Comeback, Presiden UFC Isyaratkan Gelar Rematch Conor McGregor vs Khabib Nurmagomedov
Baca: Jelang Comeback ke Oktagon Lawan Donald Cerrone, McGregor Kembali Beri Sebutan Negatif untuk Khabib
Meski pertandingan melawan Tony belum terlaksana, pihak Khabib tampaknya sudah mulai memetakan siapa yang akan menjadi lawan The Eagle di pertandingan berikutnya.
Dua di antara nama yang disandingkan adalah Conor McGregor dan Floyd Mayweather Jr.
Terkait semua rumor ini, manajer Nurmagomedov, Ali Abdelaziz, mengaku sudah menerima tawaran pertandingan dari Arab Saudi.
Pihak Arab Saudi bahkan siap memberi bayaran fantastis kepada Nurmagomedov apabila bersedia bertanding tinju melawan Mayweather.
Tidak hanya itu, mereka juga bersiap memberi bayaran serupa jika Nurmagomedov melakoni pertandingan ulang kontra McGregor di sana.
Sang manajer mengklaim Nurmagomedov akan menerima bayaran sebesar 100 juta dolar AS atau senilai 1,3 triliun rupiah untuk setiap pertandingan.
Baca: Khabib Nurmagomedov
Baca: Conor Anthony McGregor
"Saya kenal beberapa orang di Arab Saudi saat ini. Mereka bertemu dengan saya," ucap Abdelaziz kepada TMZ dilansir BolaSport.com dari Sport Bible.
"Mereka ingin membayar Khabib 100 juta dolar untuk melawan Conor dan 100 juta dolar untuk melawan Floyd di Arab Saudi," ucapnya melanjutkan.
Kendati demikian, rencana pertandingan Nurmagomedov terancam batal lantaran relasi buruk UFC dengan Arab Saudi.
UFC mengembalikkan investasi 400 juta dolar AS kepada pemerintah Arab Saudi menyusul kasus pembunuhan jurnalis Washington Post, Jamal Khashoggi.