“Secara umum, perlindungan anak di bawah umur adalah elemen kunci dalam seluruh kerangka kerja FIFA terkait dengan transfer pemain dan penegakan efektif dari peraturan terkait ini sangatlah penting.”
Baca: FIFA Tegas Menolak Permintaan PSSI Terkait Pengunduran Jadwal Piala Dunia U-20 2021
Baca: Beredar Dugaan Rekayasa Pemenangan Messi, FIFA Berikan Tanggapan
Menurut Jake Cohen, semua keputusan tergantung FIFA dan andai federasi sepak bola dunia itu menghitung Inggris dalam periode transisi Brexit 2020 ini masih dalam kawasan Uni Eropa atau EEA, maka masih ada peluang bagi klub-klub Liga Inggris merekrut pemain asal Eropa U-18.
Artinya kemungkinan FIFA masih mengizinkan klub-klub Inggris merekrut pemain berusia dibawah 18 tahun asal Eropa pada pertengahan tahun 2020 ini dan larangan baru berlaku sejak bergantinya tahun atau selesai masa transisi Brexit.
Klub-klub Liga Inggris telah berulangkali menggunakan manfaat exemption (pengecualian) bagi negara-negara Uni Eropa untuk merekrut pemain-pemain Eropa berusia dibawah 18 tahun.
Selain hitung-hitungan biaya yang murah daripada mendatangkan pemain senior dari Eropa, kebanyakan pemain dibawah 18 tahun itu pun masih bisa berkembang jauh dengan didikan akademi klub-klub Inggris yang berkualitas.
Pemain internasional Spanyol seperti Cesc Fabregas dan Hector Bellerin didatangkan oleh Arsenal dari akademi La Masia, Barcelona sebelum menginjak usia 18, hal demikian juga Manchester United lakukan kala merekrut gelandang muda bertalenta asal Le Havre, Prancis, Paul Pogba di masa lalu.
"Hilangnya exemption (pengecualian) setelah Brexit tentu akan menjadi pukulan telak bagi klub-klub Liga Inggris, mereka mendapatkan kerugian besar secara potensi dibanding klub-klub besar lain di Eropa," tutur Cohen.