Viral Kisah Gadis Ditempatkan di 'Gubuk Cinta Satu Malam' Demi Mencari Suami yang Sesuai

Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Viral kisah para gadis di Desa Kreung, ditempatkan di 'gubuk cinta satu malam' demi mencari suami yang sesuai.

Dalam budaya Kreung, perceraian adalah ungkapan yang tidak terlalu sering muncul.

Ada 150 pasangan, dan hanya 1-2 pasangan yang meninggalkan satu sama lain dengan bercerai.

Foto desa Kreung, Kamboja. (steemit.com)

Bahkan wanita di desa ini bisa memiliki banyak pacar pada saat yang sama sebelum mereka memilih salah satunya.

Seorang wanita bernama Nang Chan (17) mengatakan bahwa gubuk cinta menciptakan wanita yang kuat.

Dan gubuk ini membantu wanita menemukan cinta sejatinya.

"Pondok cinta memberi kita kebebasan dan merupakan cara terbaik mengetahui siapa yang benar-benar kita sukai," katanya.

Menariknya, di Kreung kekerasan seksual jarang terjadi dan pemerkosaan bahkan hampir tidak ditemukan.

Anak-anak di Desa Kreung tidak memiliki sikap agresif.

Mereka diajari sikap menghormati wanita karena dianggap bisa memengaruhi peternakan hewan keluarga dan hal lainnya.

"Ketika anak laki-laki tidur sepanjang malam, jika aku tidak ingin mereka menyentuhku mereka tidak akan benari."

"Kami hanya bicara dan tidur,” kata Nang Chan.

"Jika aku punya pacar istimewa dan kami saling mencintai, aku akan dekat dengannya."

"Tetapi jika saya berhenti mencintainya dan menyukai pria lain, saya akan berhenti berhubungan intim dengan mantan saya," katanya.

"Saya sudah tinggal di gubuk sejak usia 15 dan sejak dan sudah ada 4 pacar istimewa."

"Saya tidak menghitung berapa banyak orang yang datang untuk menginap. Ada 2-3 orang di malam hari," katanya.

Orang-orang Desa Kreung telah diimbau untuk menggunakan 'pengaman' untuk mencegah kehamilan.

Baca: Viral Pemuda Bakar dan Hobi Makan Kucing, Komunitas Pecinta Hewan Minta Polisi Ambil Tindakan Tegas

Baca: Viral Munculnya 2 Matahari dari Timur dan Barat di Makassar, Sempat Buat Heboh, Ini Penjelasannya

Bahkan sebelumnya, suku dari Desa Kreung telah membuat semacam 'pil KB' sendiri.

Obat tersebut terbuat dari kayu, anggur, dan kelabang.

Berkat propaganda organisasi non-pemerintah setempat, kondom secara bertahap menjadi lebih populer di desa tersebut.

Namun, budaya itu sudah semakin memudar karena budaya modern yang menjelaskan bahwa berhubungan intim pra-nikah tidak benar.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria) (TribunStyle/Dhimas Yanuar)



Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer