Viral Kisah Gadis Ditempatkan di 'Gubuk Cinta Satu Malam' Demi Mencari Suami yang Sesuai

Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Viral kisah para gadis di Desa Kreung, ditempatkan di 'gubuk cinta satu malam' demi mencari suami yang sesuai.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Viral kisah sebuah desa di Kamboja yang menempatkan seorang gadis di 'gubuk cinta' untuk mendapatkan suami yang sesuai.

Kisah 'gubuk cinta satu malam' itu berada di Desa Kreung, Kamboja.

Dilansir TribunStyle.com dari Intisari.grid.id, pada tahun 2011 yang lalu, jurnalis Fiona MacGregor mengunjungi kampung Kreung di mana terkenal dengan budaya 'gubuk cinta'-nya.

Diketahui bahwa gubuk cinta itu konon katanya adalah kunci cinta abadi di desa tersebut.

Baca: Viral Video Gajah Nginep di Hotel Bintang 5 saat Tengah Malam, Ternyata Sudah Biasa Terjadi

Baca: Viral Buah Mangga Jumbo Sebesar Buah Kelapa, Beratnya Capai 2 Kg, Ini Penjelasan dari Sang Pemilik

Fiona menemukan fakta bahwa para gadis di desa itu sangat percaya diri dalam urusan pacar dan memahami suatu hubungan.

Meskipun hal tersebut bertentangan dengan nilai umum tentang perilaku seksual yang ada.

Sementara itu, perempuan di Desa Kreung diajarkan tentang seksualitas adalah bagian alami dan indah dari cinta.

Orang-orang Suku Kreung menjiwai dengan gagasan bahwa berhubungan badan sebelum menikah dapat diterima dan bahkan didorong.

Remaja putri di desa itu didorong untuk menemukan orang atau pria yang tepat untuk dinikahinya melalui hubungan badan sebelum menikah.

Perempuan Suku Kreung mengambil inisiatif untuk mengajak pria tinggal disebut sebagai "gubuk cinta".

Biasanya, orangtua sang gadis membuatkan 'gubuk cinta' itu untuk mempertemukannya dengan calon suami.

Gubuk tersebut terbuat dari kayu.

Untuk memahami hal itu, Fiona melakukan wawancara dengan Gaham, seorang pemilik gubuk cinta.

Gaham mengatakan:

"Sebelumnya kami tinggal di rumah yang sempit sehingga kami bisa membuka hati kami, tetapi kami memiliki pondok kami sendiri jadi kami bisa saling membuka diri," kata Gaham.

"Tinggal di gubuk pada malam hari sangat gelap dan sunyi, jadi suasananya sangat romantis," jelasnya.

Baca: Viral Video Nenek Dituduh Ngutil dan Ditendang Pemuda, Diduga Kurang Waras, Minta Uang untuk Pulang

Baca: VIRAL Bocah 7 Tahun Disiksa Orang Tuanya, Kini Terbaring dengan Selang di Hidung dan Alami Kebutaan

Ibu Gaham, bernama Kampan mendukung adanya gubuk cinta itu.

Bahkan ia mengatakan:

"Dulu saya punya banyak pacar laki-laki, dari 10 orang sebelum saya menikahi suami saya,"

"Saya pikir dia agak cemburu tetapi itu tidak masalah karena dia mencintaiku," kata Kampan.

Dalam budaya Kreung, perceraian adalah ungkapan yang tidak terlalu sering muncul.

Ada 150 pasangan, dan hanya 1-2 pasangan yang meninggalkan satu sama lain dengan bercerai.

Foto desa Kreung, Kamboja. (steemit.com)

Bahkan wanita di desa ini bisa memiliki banyak pacar pada saat yang sama sebelum mereka memilih salah satunya.

Seorang wanita bernama Nang Chan (17) mengatakan bahwa gubuk cinta menciptakan wanita yang kuat.

Dan gubuk ini membantu wanita menemukan cinta sejatinya.

"Pondok cinta memberi kita kebebasan dan merupakan cara terbaik mengetahui siapa yang benar-benar kita sukai," katanya.

Menariknya, di Kreung kekerasan seksual jarang terjadi dan pemerkosaan bahkan hampir tidak ditemukan.

Anak-anak di Desa Kreung tidak memiliki sikap agresif.

Mereka diajari sikap menghormati wanita karena dianggap bisa memengaruhi peternakan hewan keluarga dan hal lainnya.

"Ketika anak laki-laki tidur sepanjang malam, jika aku tidak ingin mereka menyentuhku mereka tidak akan benari."

"Kami hanya bicara dan tidur,” kata Nang Chan.

"Jika aku punya pacar istimewa dan kami saling mencintai, aku akan dekat dengannya."

"Tetapi jika saya berhenti mencintainya dan menyukai pria lain, saya akan berhenti berhubungan intim dengan mantan saya," katanya.

"Saya sudah tinggal di gubuk sejak usia 15 dan sejak dan sudah ada 4 pacar istimewa."

"Saya tidak menghitung berapa banyak orang yang datang untuk menginap. Ada 2-3 orang di malam hari," katanya.

Orang-orang Desa Kreung telah diimbau untuk menggunakan 'pengaman' untuk mencegah kehamilan.

Baca: Viral Pemuda Bakar dan Hobi Makan Kucing, Komunitas Pecinta Hewan Minta Polisi Ambil Tindakan Tegas

Baca: Viral Munculnya 2 Matahari dari Timur dan Barat di Makassar, Sempat Buat Heboh, Ini Penjelasannya

Bahkan sebelumnya, suku dari Desa Kreung telah membuat semacam 'pil KB' sendiri.

Obat tersebut terbuat dari kayu, anggur, dan kelabang.

Berkat propaganda organisasi non-pemerintah setempat, kondom secara bertahap menjadi lebih populer di desa tersebut.

Namun, budaya itu sudah semakin memudar karena budaya modern yang menjelaskan bahwa berhubungan intim pra-nikah tidak benar.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria) (TribunStyle/Dhimas Yanuar)



Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer