Ratu Keraton Agung Sejagat Mengaku Keluarga Turut Jadi Korban Bully, Anak sampai Enggan Sekolah

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Permaisuri Keraton Agung Sejagat Kanjeng Ratu Dyah Gitarja alias Fanni Aminadia

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

Hal itu mereka sampaikan saat dihubungi dalam siaran Indonesia Lawyers Club (ILC).

Tayangan tersebut diunggah dalam Youtube Indonesia Lawyers Club, berjudul [EKSKLUSIF] ‘Raja & Ratu Keraton Agung Sejagat’ Toto & Fanny Ungkap Penyesalan di ILC tvOne, Selasa (21/1/2020).

Ratu Keraton Agung Sejagat, Fanni Aminadia mengaku akan diam dan tak akan menjawab pertanyaan dari pewarta soal Keraton Agung Sejagat.

"Bang Karni mohon maaf, saya sama, lebih baik diam untuk sementara waktu, saya hanya bisa menyampaikan mohon maaf, karena apa yang telah terjadi, beritanya berkembang liar," ungkap Fanni Aminadia, dilansir oleh Tribun Bogor.

Sambil menahan tangis, Fanni Aminadia mengurai cerita soal kehidupannya.

Baca: Petinggi Sunda Empire Sebut PBB hingga NATO Lahir di Bandung: Dedi Mulyadi Senyum, Roy Suryo Tertawa

Baca: Tanggapi Ridwan Kamil, Raden Rangga Sasana Sebut Gubernur Jabar Memalukan: Tak Paham Sunda Empire

Kanjeng Ratu Dyah Gitarja alias Fanni Aminadia, Ratu Keraton Agung Sejagat (Kolase Instagram Facebook Fanny Aminadia)

Diakui Fanni Aminadia, keluarganya mendapat bully-an akibat kasus Keraton Agung Sejagat.

"Yang jelas, saya tidak mungkin saya mengkhianati merah putih dan pancasila. Ini semua faktor berita atau kesalahpahaman dan menjadi liar. Saya minta maaf. Saya cuma hukuman sosial sudah saya terima, saat ini saya mematuhi proses hukum," pungkas Fanni Aminadia.

Bahkan diakui Fanni Aminadia, anaknya ikut mendapat imbas dari kasus Keraton Agung Sejagat.

"Keluarga saya sudah jadi korban. Bully bahkan anak saya juga enggak mau sekolah. Usaha saya ditutup warga. Semuanya itu karena berita," sambungnya.

Enggan Jawab Pertanyaan

Kembali bertanya, Karni Ilyas pun penasaran dengan sosok Fanni Aminadia.

Namun bukannya menjawab, Fanni Aminadia justru kembali mengaku tak akan memberikan keterangan apa-apa terkait kasus Keraton Agung Sejagat.

"Kalau aslinya Bu Fanny dari mana ?" tanya Karni Ilyas.

"Saya lahir di Jogja. Saya mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, saya belum berkenaan menjawab apapun. Ini pelajaran berat buat saya," ucap Fanni Aminadia.

"Baik kalau sepakat berdua tidak mau menjawab, kita juga tidak akan memaksakan," respon Karni Ilyas.

Baca: Fakta Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat: Buka Usaha Angkringan hingga Ingin Jadi Youtuber

Baca: Berbeda dengan Keraton Agung Sejagat, Ganjar Sebut Kerajaan di Cepu Blora Punya Orientasi Pariwisata

Karni Ilyas wawancarai Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat (Youtube channel Indonesia Lawyers Club)

Raja Keraton Agung Sejagat juga Pilih Diam dan Ogah Jawab Pertanyaan

"Pak Totok, bisa ceritakan ke saya, dari mana ide ini muncul ?" tanya Karni Ilyas.

"Saya mungkin belum bisa menceritakan kronologi dari semuanya. Karena itu menyangkut pemeriksaan polisi saat ini,"

"Yang mungkin bisa saya sampaikan adalah permintaan maaf kepada seluruh masyarakat. Di mana atas peristiwa yang terjadi di Purworejo sudah menjadi kegaduhan dan polemik di pemberitaan," jawab Totok Santoso.

Halaman
123


Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh

Berita Populer