Dijelaskan oleh dokter umum RSUD Pandanarang, Boyolali, dr. Fiarry Fikaris, Happy Five merupakan nama populer dari suatu obat bernama Nimetazepam.
Fiarry menyebutkan, Happy Five tergolong sebagai benzodiazepine, yaitu obat yang sering digunakan untuk pengobatan penyakit syaraf maupun kejiwaan.
Lebih lanjut, Fiarry menuturkan, Happy Five seringkali disalahgunakan sebagai narkotika.
"Happy five ini berbentuk tablet, yang sering disalahgunakan sebagai narkotika dan biasanya dikonsumsi berbarengan dengan zat lainnya, seperti alkohol maupun obat penenang lain," terang Fiarry saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (31/12/2019).
Fiarry menyampaikan, Happy Five memiliki sejumlah efek saat dikonsumsi, diantaranya:
1. Efek hipnotik
2. Efek sedatif, yaitu membuat mengantuk
3. Efek antiansietas, yaitu menghilangkan kecemasan
4. Membuat otot rangka menjadi rileks
Menurut Fiarry, pada mulanya, Happy Five digunakan sebagai obat insomnia dalam jangka pendek.
"Awalnya, Happy Five ini digunakan sebagai obat utk insomnia jangka pendek," tuturnya.
Namun karena efek adiksi yang tinggi serta terdapat resiko penyalahgunaan, Happy Five tidak lagi dijadikan pilihan utama untuk terapi pengobatan.
"Karena efek adiksinya kuat serta resiko penyalahgunaan yang tinggi, maka obat ini tidak lagi menjadi pilihan utama untuk terapi penyakit-penyakit tersebut," kata Fiarry.
Fiarry juga menegaskan, Happy Five saat ini hanya diresepkan untuk pengobatan syaraf maupun kejiwaan saja.
"Hanya diresepkan untuk pengobatan syaraf maupun kejiwaan saja," kata Fiarry.
"Itu pun, saat ini sangat jarang digunakan karena efek negatifnya tersebut," sambungnya.
Masih didalami pihak kepolisian
Baca: Medina Zein
Baca: Medina Zein Ditetapkan Jadi Tersangka, Sarah Azhari Unggah Kata-kata: Ingat Dunia Ini Banyak Cobaan
Pihak kepolisian masih mendalami pemeriksaan terhadap Medina Zein.
Sebab, tertangkapnya Medina Zein disebut-sebut ada kaitannya dengan sosok Ibra Azhari.
“Ini masih didalami semuanya, kan, setiap pemeriksaan yang menyangkut seseorang pasti akan dilakukan pemanggilan untuk diketahui petunjuknya,” ucap Kombes Yusri Yunus.
“Nah, sekarang kita masih mendalami apakah si MZ ini cuma sekedar sebagai pemakai. Nah, ini masih kami tunggu hasilnya seperti apa,” lanjutnya.