Medina diamankan oleh kepolisian pada Sabtu, (28/10/2019) lalu di sebuah rumah sakit di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Pengamanan sang pengusaha muda tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pengembangan kasus narkoba sang kakak ipar, Ibra Azhari.
Baca: Jenguk Ibra dan Medina Zein, Ayu Azhari Ungkap Kondisi Terkini Adiknya dan Iparnya
Baca: Medina Zein Terjerat Narkoba, Tya Ariestya Enggan Komentari Kasus Sahabatnya
Dikutip dari Kompas.com, ketika diamankan dan dilakukan tes urine, Medina Zein dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis amfetamin.
“Hasil tes urine dari yang bersangkutan memang positif menggunakan amphetamine, dan methamphetamine, jadi ekstasi dan juga sabu-sabu,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Jakarta, Senin (30/12/2019) seperti yang dikutip dari Kompas.com.
Karena itulah pihak kepolisian menetapkan Medina sebagai tersangka terkait narkoba jenis amfetamin yang dikonsumsinya.
“Jadi sekarang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan rambut,” kata Kombes Yusri Yunus.
Dikutip dari Tribunnews.com, satu dari orang terdekat Medina, Life Coach Fanny Lara Ambadar mengunggah story dalam akun instagram miliknya.
Melalui unggahan tersebut, Fanny mengungkap kabar baru yang diakuinya didapatkan dari Medina.
Dalam unggahan tersebut, Fanny menyampaikan bahwa informasi yang beredar mengenai Medina mengonsumsi narkoba adalah bohong.
Dituliskan oleh Fanny, Medina hanya mengonsumsi Happy Five, obat yang didapatkan dari resep dokter.
"Alhamdulillah!!!!
Baru dapet kabar dari Medina nya sendiri bahwa semua berita-berita di media itu BOHONG.
Medina HANYA positif di test HAPPY 5, itu obat yang dokternya kasih. Bukan Narkoba.
GILA jahatnya berita-berita di media.
Makanya jangan gampang percaya sama berita-verita di media.
FITNAH itu lebih kejam daripada pembunuhan katanya.
Astagfirullah!! Yang udah pada nge-bully, buruan minta maaf deh sana ama Tuhan, ama Medina n ama diri sendiri udah kemakan omongan gosip!" tulis Fanny.
Baca: Terkait Kasus Ibra Azhari, Medina Zein Ditangkap Polisi Karena Positif Konsumsi Amfetamin
Baca: Medina Zein Terjerat Narkoba, Dukungan Sarah Azhari : Cibiran Adalah Pengalihan Dosa
Dijelaskan oleh dokter umum RSUD Pandanarang, Boyolali, dr. Fiarry Fikaris, Happy Five merupakan nama populer dari suatu obat bernama Nimetazepam.
Fiarry menyebutkan, Happy Five tergolong sebagai benzodiazepine, yaitu obat yang sering digunakan untuk pengobatan penyakit syaraf maupun kejiwaan.
Lebih lanjut, Fiarry menuturkan, Happy Five seringkali disalahgunakan sebagai narkotika.
"Happy five ini berbentuk tablet, yang sering disalahgunakan sebagai narkotika dan biasanya dikonsumsi berbarengan dengan zat lainnya, seperti alkohol maupun obat penenang lain," terang Fiarry saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (31/12/2019).
Fiarry menyampaikan, Happy Five memiliki sejumlah efek saat dikonsumsi, diantaranya:
1. Efek hipnotik
2. Efek sedatif, yaitu membuat mengantuk
3. Efek antiansietas, yaitu menghilangkan kecemasan
4. Membuat otot rangka menjadi rileks
Menurut Fiarry, pada mulanya, Happy Five digunakan sebagai obat insomnia dalam jangka pendek.
"Awalnya, Happy Five ini digunakan sebagai obat utk insomnia jangka pendek," tuturnya.
Namun karena efek adiksi yang tinggi serta terdapat resiko penyalahgunaan, Happy Five tidak lagi dijadikan pilihan utama untuk terapi pengobatan.
"Karena efek adiksinya kuat serta resiko penyalahgunaan yang tinggi, maka obat ini tidak lagi menjadi pilihan utama untuk terapi penyakit-penyakit tersebut," kata Fiarry.
Fiarry juga menegaskan, Happy Five saat ini hanya diresepkan untuk pengobatan syaraf maupun kejiwaan saja.
"Hanya diresepkan untuk pengobatan syaraf maupun kejiwaan saja," kata Fiarry.
"Itu pun, saat ini sangat jarang digunakan karena efek negatifnya tersebut," sambungnya.
Masih didalami pihak kepolisian
Baca: Medina Zein
Baca: Medina Zein Ditetapkan Jadi Tersangka, Sarah Azhari Unggah Kata-kata: Ingat Dunia Ini Banyak Cobaan
Pihak kepolisian masih mendalami pemeriksaan terhadap Medina Zein.
Sebab, tertangkapnya Medina Zein disebut-sebut ada kaitannya dengan sosok Ibra Azhari.
“Ini masih didalami semuanya, kan, setiap pemeriksaan yang menyangkut seseorang pasti akan dilakukan pemanggilan untuk diketahui petunjuknya,” ucap Kombes Yusri Yunus.
“Nah, sekarang kita masih mendalami apakah si MZ ini cuma sekedar sebagai pemakai. Nah, ini masih kami tunggu hasilnya seperti apa,” lanjutnya.