Pesan terakhir sopir bus Sriwijaya diungkapkan melalui ayah kandungnya Jalaluddin (55).
Menurut Jalaluddin, anaknya -yang merupakan sopir bus Sriwijaya- menunjukkan gelagat aneh sebelum menjemput maut, Selasa (24/12/2019) dini hari waktu setempat.
Gelagat aneh anaknya tersebut kemudian menjadi firasat buruk yang dirasakan oleh pihak keluarga saat Ferri pamit untuk bekerja, Minggu (22/12/2019).
Istri Jalaluddin yang merupakan ibu dari Ferri juga merasakan keanehan terhadap aneh anaknya.
Jalaluddin menyebut bahwa istrinya begitu kuat merasakan keanehan yang ditunjukkan anak kedua mereka tersebut.
"Waktu pamit kerja hari minggu lalu, sampai empat kali dia izin sama ibunya. Itu yang agak aneh karena biasanya cukup satu kali saja," ujarnya saat ditemui oleh TribunSumsel.com, di rumah duka di Jalan Sematang Borang Sako RT 007 RW 010 Perumahan Yasera Damai Kelurahan Sako Borang Palembang, Rabu (25/12/2019).
Baca: Kecelakaan Bus Sriwijaya, 31 Orang Tewas, Investigasi KNKT, Sempat Ada Usulan Pembangunan di TKP
Baca: Ayahnya Tewas di Kecelakaan Bus Sriwijaya, Sang Anak Terpaksa Nikah di Depan Jenazah Sang Ayah
Seperti diketahui bus yang dikendarai Ferri, mengalami kecelakaan maut di Likung Lematang, Kecamatan Dempo Selatan, Pagar Alam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019) dini hari.
Berdasarkan data terakhir yang berhasil dihimpun, jumlah korban tewas berjumlah 31 orang termasuk Ferri yang merupakan sopir dari bus nahas tersebut.
'Mak pamit ya. Mungkin aku tidak pulang'
Jalaluddin dan keluarga berduka usai anaknya meninggal
"Iya, anak saya sopir dari bus itu," ujar Jalaluddin menahan tangis.
Jalaluddin lantas teringat dengan cerita istrinya ketika Ferri terakhir pamit bekerja mengemudikan bus ke Bengkulu.
Selain keanehan karena pamit sampai empat kali, ada kata-kata terakhir Ferri yang benar-benar membuat batin sang ibu bergetar.
"Dia bilang, Mak pamit ya. Mungkin aku tidak pulang. Tapi saat itu ibunya berpikir kata-kata itu berarti pulangnya mungkin agak lama. Ya, tapi tetap saja perasaan cemas itu ada," ucapnya.
Baca: Fakta Kecelakaan Bus Sriwijaya: Naikkan Penumpang Gelap dan Sempat Alami Kecelakaan Kecil Sebelumnya
Tak hanya ibu Ferri yang merasakan firasat tak enak, sebagai seorang ayah, Jalaluddin juga turut merasakan perasaan serupa terhadap anaknya itu.
"Sejak Senin malam saya tidak bisa tidur. Pikiran dan hati saya tidak tenang,"ucapnya.
Rupanya firasat itu terbukti benar adanya. Jalaluddin yang sepanjang malam terus gelisah, langsung tertegun ketika mendapat kabar bahwa Ferri tewas dalam kecelakaan maut saat bekerja.
Update Terbaru Kecelakaan Bus Sriwijaya