Alasan Kuliner Papua Tak Ada yang Digoreng dan Manfaatnya bagi Tubuh

Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga bersama-sama mengangkat batu untuk mengambil makanan yang dimasak dengan bakar batu di Lapangan Trikora, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (15/9/2016). Tradisi bakar batu merupakan salah satu tradisi terpenting di Papua yang berfungsi sebagai tanda rasa syukur, menyambut tamu, atau acara perdamaian setelah perang antar suku.

"Batunya disusun rapi baru di atasnya ditata (makanan), lalu ditimpa batu."

"Seperti ikan yang sudah dibungkus daun ini, ada juga daging dan ayam,” jelas Mama Tien kala ditemui pada Kamis (5/12/2019).

Cara masak khas Papua memang cukup rumit dan membutuhkan waktu yang lama.

Namun itu semua terbayar dengan rasanya yang memang nikmat.

Menurut Rika, cara masak dengan bakar batu atau yang disebut barapen di Papua sana bisa memberikan karakteristik yang berbeda pada makanan.

Ikan kuah kuning yang selalu jadi primadona kuliner khas Papua, biasanya dimakan dengan papeda. (Kompas.com)

“Bisa membuat ikan dan daging jadi tidak berair."

"Dia tetap lembut tapi tidak basah."

"Sama seperti keladi ini."

"Coba dilihat, teksturnya tidak benyek (hancur)."

"Dia tetap utuh tapi matang dan lembut,” tutur Rika sambil menunjukkan beberapa contoh makanan khas Papua yang diolah dengan cara barapen.

Baca: Ayam Goreng Ny Suharti

Baca: Sate Kere Yu Rebi

Baca: Sate Kambing Putro Sido Mampir

Baca: Soto Betawi

Makanan Papua juga kaya akan gizi.

Hal ini karena bahan makanan yang diambil dari alam sekitar masyarakat.

Bahan-bahan yang digunakan hampir semuanya segar, terutama ikan.

Selain itu, jika diperhatikan lagi, makanan khas Papua juga hampir tidak ada yang dimasak dengan cara digoreng.

“Hampir tidak ada yang digoreng karena di Papua sana sulit sekali minyak goreng."

"Jangankan minyak goreng, bumbu seperti bawang dan garam saja kadang susah."

"Makanya orang Papua kalau masak yang prosesnya tetap bisa mempertahankan gizi di dalam makanan,” jelas Rika.

Permen orang Papua: Pinang

Mengunyah pinang awalnya identik dengan kehidupan para orang tua.

Namun, belakangan ini pinang justru mulai populer juga di kalangan anak muda di Papua.

Halaman
1234


Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer