"Oh iya (peran utusan khusus Presiden lebih besar)," ucap Supit.
Baca: Kader Partai Gerindra Ini Menangis, Terpilih tapi Dipecat H-1 Jelang Pelantikan DPRD Sulsel
Baca: Golkar akan Lakukan Studi Banding dengan Partai Komunis China, Ini Tujuannya
Baca: Akhirnya Menteri Agama Fachrul Razi Dukung FPI setelah Tulis Surat Setia: Kami Terbuka kepada Semua
Bamsoet sendiri telah mengakui perihal rekonsiliasi dengan Airlangga.
Bahkan, kesepakatan rekonsiliasi itu menjadi salah satu pertimbangan Bamsoet untuk mengundurkan diri.
"Semangat rekonsilasi yang telah kita sepakati bersama antara kedua tim, saya dan Airlangga sepakat untuk membangun rekonsiliasi antara tim Bamsoet dan tim Airlangga," kata Bamsoet di lokasi yang sama.
Tidak hanya Bamsoet, di acara yang sama, dua caketum lainnya juga mengumumkan mundur dari bursa pencalonan.
Keduanya, yaitu Ketua DPP Partai Golkar Indra Bambang Utoyo dan politisi senior Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa.
Alasan para caketum mundur adalah demi persatuan partai.
Sebab, isu perpecahan internal Partai Golkar semakin berembus kencang jelang munas.
Keputusan Bambang itu mendapat respons positif dari Airlangga yang juga pesaingnya.
Secara khusus, Airlangga mengucapkan terima kasih kepada Bambang melalui sambutannya pada pembukaan Munas Golkar.
"Terima kasih Mas Bambang Soesatyo membuka Munas ini menjadi adem, tenang," kata Airlangga diikuti dengan tepuk tangan yang riuh dari peserta Munas.
Di ujung sambutan, Airlangga kembali menyinggung sikap Bambang.
Ia mengapresiasi sikap Bambang. Airlangga juga memuji dengan menyebutkan bahwa Bambang sebagai kader terbaik Golkar.
"Kepada Ketua MPR yang merupakan salah satu kader terbaik Partai Golkar yaitu Bapak Bambang Soesatyo, saya mengapresiasi setinggi-tingginya," kata Airlangga.
Airlangga mengatakan, sesaat sebelum Munas, dirinya telah bertemu Bambang dan mendengar pernyataan langsung bahwa Wakil Koordinator bidang Pratama Golkar itu benar-benar mengundurkan diri dari bursa caketum.
"Beliau menyampaikan dengan tegas, untuk setia pada komitmen bersama dan mengedepankan persatuan, mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi," ujar Airlangga disambut tepuk tangan yang riuh dari peserta Munas.
Setelah Bambang Soesatyo, dua kader Golkar lain juga menyatakan mengundurkan diri dari bursa pencalonan. Pertama ialah Ketua DPP Golkar Indra Bambang Utoyo.
Ia mengumumkan menarik diri dari bursa pencalonan sesaat setelah Bambang menyatakan mundur.