20 Tahun Berbahan Bakar Sampah Beracun, Pengusaha Tahu di Tropodo Deklarasi Stop Sampah Plastik

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pekerja mengambil sampah plastik impor untuk bahan bakar tungku pemasak kedelai pada industri tahu di Desa Tropodo, Sidoarjo, Selasa (18/6/2019).

Deklarasi anti penggunahan sampah plastik

Selasa (26/11/2019), sebanyak 47 pengusaha tahu di sentra industri Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur mendeklarasikan "Stop Penggunaan Bahan Bakar Sampah Plastik".

Deklarasi tersebut digelar bersama Pemkab Sidoarjo di Dusun Areng-Areng, Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur.

Ada enam poin deklarasi yang dibacakan tiga perwakilan pengusaha tahu di Desa Tropodo.

Tumpukan sampah impor siap dibakar untuk memanaskan tungku kedelai bahan baku tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo. (Suryamalang.com)

Pertama, para pengusaha menyatakan tidak akan menggunakan bahan bakar sampah plastik pada proses pembuatan tahu. Kedua, para pengusaha akan menggunakan bahan bakar alternatif yang aman dan ramah dari lingkungan.

Ketiga, para pengusaha tidak akan menimbulkan polusi yang berdampak pencemaran lingkungan.

Keempat, para pengusaha menanti segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Kelima, para pengusaha aka menjaga kualitas tahu yang dihasilkan.

Penandatanganan deklarasi antara Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah dengan para pemilik pabrik tahu Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Selasa (26/11/2019). (Tribun)

Keenam, para pengusaha akan mengurangi emisi gas buang pada proses produksi.

 

Gufron salah satu pengusaha tahu yang ikut di acara deklarasi berjanji tidak akan lagi menggunakan limbah plastik.

Namun mereka meminta bantuan mesin ketel agar mereka tetap bisa produksi tahu.

"Kayu bakar ini merupakan solusi terbaik karena mudah didapatkan."

"Cuma itu tadi, pemerintah mesti memberi bantuan mesin ketel," ujar dia.

(Tribunnewswiki.com/Kompas.com/Haris/Ghinan Salman/Rosiana Harianti)



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer