Organisasi non-profit, International Pollutans Elimination Network (IPEN) menemukan adanya kandungan polutan berbahaya di telur ayam yang diproduksi di Desa Bangun.
Polutan tersebut bisa menyebabkan penyakit kanker, parkinson, hingga cacat saat lahir.
Temuan tersebut dirilis dalam laporan berjudul Plastic Waste Poisons Indonesia's Food Chain atau Sampah Plastik Meracuni Rantai Makanan Indonesia.
Baca: Jadi Orang Penting Pemerintahan, Wishnutama Akui Tak Ada Perubahan: Anak Masih Naik Kendaraan Umum
Baca: Ingat Hani Saksi Kematian sekaligus Sahabat Mirna yang Tewas Diracun Sianida? Begini Kondisinya Kini
Baca: Lagi, Anggota Kodim 0707/Wonosobo Nyinyir soal Wiranto, Suami Diancam Sanksi: Tulis Pisau Beracun
Dalam laporan tersebut dikatakan bahwa Desa Tropodo dan Desa Bangun setiap hari menerima 50 ton plastik berkualitas rendah dari sampah plastik yang dimpor Indonesia.
Di Desa Tropodo disebutkan bahwa sampah plastik digunakan untuk bahan bakar pembuatan tahu dan di Desa Bangun sampah plastik ada yang ditimbun dan dibakar di area terbuka.
Akibatnya telur dan ayam di dua desa tersebut tersebut tercemar oleh limbah plastik yang dibakar.
Ada lima besar negara uang mengespor sampah palstik ke Indonesia pada tahun 2018 yakni Australia, Jerman, Kepulauan Marshall, Belanda, serta AS.
Timbunan sampah plastik juga ditambah dengan produksi sampah palstik dalam negeri, yakni 9 ton plastik setuap tahun.
"Sampah plastik yang tidak diinginkan lalu dibeli oleh para broker, pedaur ulang kecil, atau 'disumbangkan’ kepada komunitas sebagai bagian dari program pengembangan komunitas dari pabrik kertas," tulis IPEN.
Sampah-sampah plastik berkualitas rendah itu kemudian berakhir di penimbunan terbuka atau open dumps, pabrik tahu, pabrik kapur, atau tempat-tempat di mana masyarakat membakar plastik sebagai bahan bakar.
Baca: Kenali Jenis Penyakit dan Cara Menjaga Kesehatan di Musim Hujan
Baca: Diduga Meninggal Karena Penyakit Jantung, Kenali Gejala dan Faktor Penyakit yang Diidap Cecep Reza
Baca: Penelitian Terbaru, Rokok Vape dengan Cepat Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung hanya Dalam 1 Bulan
Menanggapi hal itu Bupati Sidoarjo Saiful llah sudah meminta kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melarang impor sampah plastik ke Indonesia khususnya di Jawa Timur.
Ia juga tidak ingin pencemaran akibat pembakaran limbah sampah plastik dari pabrik tahu itu semakin meluas dan berdampak terhadap kesehatan, sehingga pengusaha harus menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkunga.
Apalagi telah ditemukan sampel telur ayam di Malang mengandung racun karena tercemar pembakaran sampah plastik di pabrik tahu di desa tersebut.
Saiful sendiri baru mengetahui penggunaan limbah plastik untuk bahan bahan bakar pembuatan tahu sudah dilakukan selama 20 tahun.
"Ya, 20 tahun kita enggak tahu."
"Tahu-tahu kita ada berita telur mengandung racun, masak kita teruskan."
"Apalagi nanti (pencemaran) sampai (menyebar) ke yang lain, makanan ternak yang lain," kata Saiful.
Baca: Ingin Turunkan Berat Badan dan Hilangkan Racun di Tubuh? Minum Air Saat Perut Kosong
Baca: Sering Dianggap Remeh, Inilah Bahaya Sampah Elektronik
Baca: Disertasi UIN Boleh Hubungan Seks Luar Nikah, MUI:Ini Musibah, Disangka Ilmiah Padahal Tempat Sampah
Menurutnya saat ini semua pihak harus berbenah dan membiasakan diri untuk hidup lebih sehat.
"Sekarang ini kita mulailah untuk membenahi masyarakat kita supaya hidup sehat."
"Ya kita pakai bahan-bahan yang sehat dan ramah lingkungan," ujar Saiful.