Pesan Umar Patek untuk Kelompok Teroris di Indonesia : Hentikan Semua Aksi!

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Umar Patek pamer kemesraan dengan sang isteri usai menerima SK WNI di Lapas Porong Sidoarjo, Rabu (20/11/2019)

Umar Patek menikahi Ruqayyah binti Husein Luceno 20 tahun lalu di kamp Mujahidin di Mindanau, Filipina.

Saat ditangkap pada 2011, sang istri tetap mendampingi hingga saat ini dipenjara di Lapas Porong.

Lalu, pada Juni 2012 Umar divonis 20 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat dalam perkara tindak pidana terorisme.

Dia ditangkap di kota Abbotabad, Pakistan, akhir Januari 2011.

Seperti diketahui, Umar tak hanya melakukan aksi teror bom di Indonesia.

Dirinya juga terlibat rangkaian teror bersama kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

5. Cerita Umar Patek tentang istrinya, Ruqayyah

Pada 1998, Umar Patek memutuskan untuk meminang Gina Gutierez Luceno.

Saat itu dia mendatangi rumah calon mertuanya, melamar, dan kemudian menikah setelah mendapat restu dari orangtua Gina.

Ketika itu, disebutnya hanya Gina yang memeluk agama Islam, sementara orangtua dan keluarga besarnya masih Nasrani, seperti dilansir dari Tribunnews.

"Tapi kami menikah di kamp, dan mereka semua hadir," kata Umar Patek sambil tersenyum.

Sejak saat itu, Umar dan Gina pun resmi jadi suami istri dan tinggal bersama.

Pada tahun 2009 Umar Patek memutuskan ke Indonesia.

Pria mantan buron sejumlah negara itu ternyata juga terlibat dalam aksi terorisme di tanah air.

"Dan tahun 2010 saya ke Pakistan.

Saya ditangkap di sana," kata dia.

Seperti diketahui, Umar Patek ditangkap di kota Abbotabad, Pakistan, akhir Januari 2011.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Kompas.com/Achmad Faizal)



Penulis: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer