4. Gejala lain
Terdapat gejala lain yang dapat muncul seperti batuk, mual, muntah.
Penyebab penyakit jantung koroner ini biasanya disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat.
Selain itu, faktor keturunan juga dapat menjadi penyebab penderita mengalami penyakit jantung.
Dilansir Banjarmasin Post dari heart.org, faktor risiko dibagi menjadi tiga kategori, yaitu faktor risiko utama yang tak dapat diubah, yang dapat dikontrol, dan faktor lain yang bekontribusi terhadap risiko penyakit jantung.
Semakin bertambah usia, semakin tinggi pula seseorang terkena penyakit jantung koroner.
Disebutkan, mayoritas orang meninggal karena penyakit jantung koroner berusia 65 tahun atau lebih.
Pria mempunyai risiko lebih besar terkena serangan jantung dibanding wanita.
Bahkan, risiko pria masih tetap lebih tinggi dibanding wanita di usia menopause. Di usia menopause, tingkat kematian wanita karena penyakit jantung meningkat.
Baca: Dampak Konsumsi Kopi Bagi Balita, Sebabkan Insomnia hingga Risiko Penyakit Jantung
Baca: Penelitian Terbaru, Rokok Vape dengan Cepat Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung hanya Dalam 1 Bulan
Anak-anak dari orangtua dengan penyakit jantung lebih mungkin untuk juga mengembangkan penyakit tersebut.
Orang Amerika-Afrika dengan penyakit darah tinggi mempunyai risiko lebih besar terkena penyakit jantung.
Sementara itu, penduduk asli Hawaii dan beberapa orang Asia-Amerika berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung karena tingkat obesitas dan diabetes.
Merokok dapat meningkatkan penyakit jantung koroner. Risiko perokok aktif terkena penyakit jantung lebih tinggi dibanding perokok pasif.
Meski demikian, paparan asap orang lain tetap meningkatkan risiko bagi perokok pasif.