Berbahan Bakar Plastik Beracun, Pabrik Tahu di Jawa Timur Disoroti Media Asing

Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat datang memantau kondisi industri tahu Desa Tropodo, Krian, Sidoarjo, Rabu (3/7/2019).

Saat dihubungi The Times pekan lalu, Rosa menolak membahas isu tersebut, dan meminta supaya didiskusikan kepada Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Karliansyah.

Tetapi, yang bersangkutan tidak memberikan respons.

Banyak dari warga Tropodo mengaku tidak berdaya untuk mencegah pembakaran sampah plastik tersebut.

Para pembuat tahu di Tropodo mengungkapkan, mereka berpindah dari plastik ke kayu bakar sejak bertahun-tahun yang lalu.

Nanang Zainuddin misalnya, dia mengaku menggunakan plastik karena murah.

Bahkan dia mengungkapkan harganya sepersepuluh dari kayu bakar.

Baca: Kebakaran Hutan Lawu, Beberapa Titik Sulit Terpantau, 2000 Personel Masih Berupaya Padamkan Api

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 13 November 1985 - Gunung Nevado del Ruiz Meletus dan Tewaskan 23 Ribu Orang

Baca: Mengintip Harga OOTD Nagita Slavina Saat Berlibur ke Puncak Gunung Bromo, Tak Sampai Puluhan Juta

Dia berkata, dioxin bisa datang dari mana saja.

"Jika pemerintah berniat untuk memberikan solusi, tentu akan bagus sekali," terangnya.

Mantan kepala desa Tropodo Ismail yang juga produsen tahu menuturkan, dia sempat melarang penggunaannya pada 2014 silam.

Tetapi larangan itu hanya bertahan selama beberapa bulan sebelum mereka beralih ke plastik.

Adapun dia menggunakan campuran plastik serta kayu bakar.

"Para pembuat tahu di sini hanya mencari untung, untung, dan untung. Mereka tidak memperhitungkan akibat dari perbuatan mereka," paparnya.

(Tribunnewswiki.com/Kompas.com/Haris/Ardi Priyatno)



Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr

Berita Populer