Orang tersebut juga wajib mengasah kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ).
Meskipun sulit diukur dengan angka, mereka dengan EQ kuat cenderung memiliki kepribadian yang disukai oleh orang lain.
Orang tersebut akan mampu mengelola emosinya dengan baik dan mudah bersosialisasi dengan orang lain.
Baca: Tes Kepribadian - Gambar Pertama yang Tertangkap Mata Gambarkan Karaktermu, Tengkorak atau Wanita?
Baca: Marak Tes Kepribadian di Media Sosial, Psikolog Jelaskan Dampak Buruknya, Bisa Akibatkan Depresi
Berikut ciri-ciri dan tanda orang dengan EQ lemah seperti yang dilansir intisari.grid.id dari huffingtonpost.com:
1. Mudah stres
Ketika berada di situasi yang tidak beres, orang dengan EQ lemah biasanya mudah merasa tidak nyaman, cemas, dan frustasi.
Orang tersebut akan membiarkan dirinya dikuasai berbagai emosi yang tidak perlu.
Bisa dipastikan pikiran dan perasaan orang tersebut akan menjadi kacau.
Sebaliknya, orang yang memiliki EQ kuat cenderung mampu mengendalikan stres dan mengelola mood.
Sehingga orang yang memiliki EQ kuat akan jarang mengalami stress.
Orang yang memiliki EQ yang baik mampu menyeimbangkan sikap, perilaku, dan pikirannya.
Selain itu orang tersebut juga memiliki batasan-batasan tertentu pada dirinya.
Sehingga hal-hal yang membuat kualitas hidupnya memburuk akan dibuangnya.
Bisa dibilang hal tersebut itulah yang disebut bersikap tegas terhadap dirinya sendiri.
Sedangkan orang yang lemah EQ biasanya menjalani hidup semaunya tanpa prinsip dan batasan.
3. Tidak mengenal emosinya sendiri
Semua manusia pasti memiliki emosi, namun tidak semua orang mengenal emosi yang dialaminya.
Penelitian membuktikan hanya 36% orang bisa mengenal dan mengendalikan emosinya.