Seorang Wali Kota di Filipina yang Masuk ‘Daftar Narkoba Duterte’, Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal

Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI

Polisi mengatakan mereka telah membunuh 6700 pengedar narkoba dalam perang melawan narkoba yang dilancarkan oleh Duterte lebih dari tiga tahun lalu.

Baca: Hapus Desain Sepatu Bertema Protes di Hong Kong dari Kompetisi, Vans Diboikot Pendemo

Baca: Deretan Fakta Penangkapan Kasus Narkoba Rifat Umar: Pakai Ganja hingga Diciduk Bersama Pacar

Duterte juga telah merilis daftar yang lebih panjang pada 2016 yang berisi lebih dari 150 hakim, walikota dan pejabat lokal lainnya yang diduga terkait dengan narkoba.

Dalam daftar itu, Walikota Vicente Loot dari pusat kota Daanbantayan kemudian selamat dari penyergapan pada 2018.

Sementara Walikota Jed Mabilog dari pusat kota Iloilo bersembunyi pada 2017.

Dua walikota lain dalam daftar yang lebih panjang, Rolando Espinosa dan Reynaldo Parojinog, masing-masing tewas ditembak pada 2016 dan 2017.

Espinosa ditembak mati di dalam penjara polisi.

Walikota Antonio Halili, yang dibunuh oleh penembak jitu ketika ia menghadiri upacara pengibaran bendera di luar kantornya di kota Tanauan dekat Manila tahun lalu.

Insiden ini juga dikaitkan oleh Duterte dengan obat-obatan terlarang beberapa jam setelah serangan itu.

Badan Penegakan Narkoba Filipina juga mengatakan Mariano Blanco, yang dibunuh oleh orang-orang bersenjata tak dikenal di kantornya di kota selatan Ronda tahun lalu, juga masuk dalam daftar pantauan narkotika pemerintah.

Pada 14 Oktober lalu, kepala polisi Filipina mengundurkan diri kurang dari sebulan sebelum pensiun setelah dirinya dituduh terlibat dalam "daur ulang" obat-obatan sitaan.

Tuduhan tersebut dianggap dapat merusak kampanye anti-narkotika yang digalakkan oleh pemerintah.

Polisi Filipina mengatakan mereka telah membunuh lebih dari 5.500 tersangka narkoba yang melawan balik terhadap penangkapan.

Di sisi lain, para aktivis HAM mengatakan jumlah korban sebenarnya empat kali lebih tinggi dan mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Penuntut Pengadilan Kriminal Internasional telah meluncurkan penyelidikan awal atas pembunuhan perang narkoba, dan badan hak asasi manusia utama PBB telah menyetujui peninjauan.

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)



Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer