Polisi kemudian memerintahkan Yudi menunjukkan lokasi jasad Apriyanita dikuburkan.
Sebelum mendapatkan lokasi yang benar, Yudi sempat memberikan keterangan palsu.
Hingga akhirnya Yudi menunjukan lokasi dimana ia bersama kedua rekannya menguburkan korban.
Pengalian dilakukan di lokasi yang ditunjuk oleh Yudi di TPU Kandang Kawat Palembang.
Apriyanita ditemukan di kedalaman 50 cm dibawah tanah yang dicor semen agar tidak terlihat seperti makam dan mirip jalan setapak.
Baca: Fakta Kasus MOS Maut di SMA Taruna Palembang, Polisi Tetapkan Tersangka dan Gelar Rekonstruksi
Baca: MOS SMA Taruna Palembang Sebabkan Satu Korban Meninggal Dunia, Ini Kronologinya
Setelah dibongkar dan dilakukan penggalian, Apriyanita ditemukan dengan kondisi kaki diikat menggunakan tali rafia.
Apriyanita juga mengenakan pakaian dinas PNS.
Selain itu jasad Apriyanita juga dikubur dengan cara dicor menggunakan semen.
Hal tersebut dilakukan pelaku untuk menghilangkan jejak perbuatannya.
Setelah ditemukan, jasad Apriyanita dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.
Pelaku merupakan mantan rekan kerja
Tersangka Yudi yang ditangkap dan diamankan polisi, ternyata pernah sekantor dengan korban.
Yudi pada saat itu merupakan honorer di kantor tempat Apriyanita bekerja.
Kemudian diketahui Apriyanita terakhir dijemput oleh Yudi sebelum dilaporkan menghilang.
"Satu pelaku itu teman Ayuk (sapaan akrab Apriyanita). Dia (Yudi) dahulu satu kantor dengan Ayuk dan statusnya honorer," ungkap Herly, adik Apriyanita saat ditemui Sripoku di RS Bhayangkara Palembang, Jumat (25/10/2019).
Saat ditemui di Unit 1 Subdit III Jatanras Mapolda Sumsel, Yudi mengaku tega membunuh korban lantaran tak tahan terus ditagih utang.
"Utang itu berawal dari tanggal 26 Agustus 2019. Saat itu saya menawari ada lelang mobil di Jakarta. Mobil jenis innova tahun 2016. Harganya Rp 145 juta," ujar Yudi.
Namun bukannya dibelikan mobil, uang tersebut justru dihabiskan Yudi untuk berfoya-foya.