Dedi huga menyebut, polisi msih mendalami motif serta apa yang melatarbelakangi pelaku melakukan penusukan pada Wiranto.
Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan, saat ini Kapolda Banten tengah berada di lokasi tempat Wiranto ditusuk.
Namun, ia tak bisa bicara banyak, lantaran masih menunggu informasi lebih lanjut.
"Kapolda (Banten) ada di TKP. Saat ini sedang diperiksa dulu," kata dia.
Hingga saat ini belum diketahui pelaku penusukan atau motif penusukan.
Sementara itu, laporan jurnalis KompasTV, juga menyebut dua orang yang menyerang Wiranto masih belisa, sekitar 25-30an tahun.
Seorang warga, Madrain (27) menyebut kronologi penusukan Wiranto terjadi sekitar pukul 12.00 WIB
Saat itu, Wiranto baru turun dari mobil untuk naik helikopter kembali ke Jakarta.
"Rombongan berhenti, beberapa orang ikut menjaga Wiranto ketika turun dari mobil, tiba-tiba ada satu orang tidak dikenal menusuk Pak Wiranto."
"Lalu ada satu orang perempuan lagi bercadar yang berusaha untuk menusuk," kata Madrain, kepada wartawan di Alun-alun Menes, Kamis (10/10/2019).
Setelah ditusuk, Wiranto lamngsung ambruk.
Baca: Diserang Sosok Tak Dikenal di Banten, Inilah Profil Lengkap Wiranto
Menurut apa yang dilihat Madrain, Wiranto ditusuk di bagian perut menggunakan pisau.
Wiranto dikabarkan langsung dibawa ke RSUD Berkah menggunakan helikopter.
Selain Wiranto, kata Madrin, satu orang polisi juga menjadi korban penusukan.
Sementara Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lustrianto Amstono belum bisa memberikan penjelasan saat dikonfirmasi.
"Saya belum bisa kasih penjelasan, nanti ya," kata dia ketika dihubungi KompaTV melalui sambungan Telepon.