Ketika peristiwa berdarah itu terjadi Syaiful Arif (35) suami Erna sempat kaget mendengar jeritan istrinya dari kamar.
Syaiful Arif menemukan sang istri sudah dalam keadaan terkapar di lantai kamar.
Ia terkena sabetan sabit ayah mertuanya sendiri, Suwoto (56) di bagian leher.
Tak hanya Erna, ibu mertunya pun ikut terkena sabetan senjata tajam Suwanto.
Namun, nyawa Erna tak tertolong setelah sabit yang dibawa ayah mertuanya itu melukai lehernya.
Suami Erna pun kaget melihat istrinya bersama ibunya sudah tergeletak bersimbah darah.
Baca: Action Figure Osama bin Laden Dijual di Situs Belanja Online, Ini Wujud dan Harganya
Sementara itu, Kamsinga, ibu mertua Erna yang juga istri dari pelaku hingga saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Korban Erna (47) dikenal sebagai sosok yang baik di lingkungan tempat tinggalnya.
Sehari sebelum meninggal dunia, Erna sempat curhat kepada sahabatnya Astuti.
Rupanya, itu merupakan curhatan terkakhir Ernah kepada Astusi.
Astusi bekerja sebagai Sekretaris Desa Madumulyorejo ditempat tinggal korban menceritakan pertemuan terkahirnya dengan Ernah.
Astuti terlihat sedih lantaran tak menyangka sahabatnya meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.
"Malam sebelum kejadian, Erna bilang ke saya. Bapak sepertinya kumat, keluar masuk rumah. Mungkin obatnya habis. Besok mau saya rujuk," katanya sambil menirukan ucapan korban, Senin (7/10/2019) dikutip TribunnewsBogor.com dari Surya.co.id
Baca: Cemburu Pacarnya Masih Berhubungan dengan Mantan Suami, Pria Ini Tusuk Perutnya Sendiri
Asturi yang ditemui di Balai Desa Madumulyorejo itu hanya menatap meja di balai desa dengan tatapan kosong.
Dia tak menyangka, ternyata itu adalah curhatan terakhir Erna.
Astuti langsung menghentikan aktivitasnya melipat taplak meja.
Dia memberi tahu kenangan terakhir bersama korban saat gerak jalan menggunakan pakaian berwarna oranye.
"Ternyata itu yang terakhir kalinya," ujarnya.