Dia memberi nama organisasinya Uni Nasional Afrika Zimbabwe (ZANU).
Baca: Cerita Ashanty Alami Teror Mistis, Wajahnya Dihinggapi Kalajengking hingga Kaki Seribu Masuk Kuping
Pada 1964, dia ditangkap dan dijebloskan ke penjara setelah berpidato yang mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Rhodesia Selatan Ian Smith.
Dia menyebut Smith dan pemerintahan minoritas kulit putih yang diusungnya merupakan "koboi".
Guru yang saat itu dikenal bertalenta divonis 10 tahun.
Saat dia berada di jeruji besi, Mugabe menerima kabar menyedihkan di mana putranya meninggal.
Dia pun tidak mendapat izin untuk sekadar hadir dalam pemakamannya.
Segera setelah bebas pada 1974, dia pergi ke Mozambik dia membantu menyerukan perjuangan gerilya di Rhodesia dan membangun koalisi bersama ZAPU milik Nkomo.
Selama perjuangan merebut kemerdekaan di Zimbabwe, Mugabe dikenal sebagai pemimpin kulit hitam paling militan, dengan permintaan yang tak bisa dikompromikan.
Tetapi kemampuan negosiasi yang diperlihatkannya membuat Mugabe memperoleh pujian dari lawan politiknya, dan media pun menjulukinya sebagai “gerilyawan pemikir”.
Baca: Jokowi Usai Jajal Mobil Esemka : Wajar Ada Kekurangan, Yakin Bakal Laku Keras
Sesuai dengan Kesepakatan Istana Lancaster pada 21 Desember 1979, Rhodesia kemudian dinamakan sebagai Zimbabwe sesuai situs arkeologi Great Zimbabwe.
Pada 17 April 1980, Mugabe dilantik menjadi PM pertama Zimbabwe.
Namun terjadi perselisihan antara ZANU dan ZAPU setahun kemudian.
Pada 1985, Mugabe kembali terpilih menjadi perdana menteri di tengah konflik yang baru berhenti dua tahun kemudian.
Penyebabnya adalah sekelompok misionaris yang tak sengaja terbunuh oleh pendukung Mugabe, dan membuat sang PM serta Nkomo bertemu.
Perseteruan keduanya diakhiri dengan kesepakatan membentuk Front Patriotik ZANU (ZANU-PF) fokus kepada pemulihan ekonomi negara.
Beberapa pekan setelah penggabungan itu, pada Desember 1987 sesuai konstitusi yang berlaku Mugabe diangkat sebagai presiden menggantikan Canaan Banana.
Dua tahun setelah menjabat, dia memperkenalkan kebijakan lima tahun yang bertujuan agar petani bisa menentukan harga sendiri.
Di akhir kebijakan itu, ekonomi perlahan-lahan meningkat dan membuat Mugabe bisa membangun klinik hingga sekolah bagi warga kulit hitam.