Deretan Fakta Daun Kratom, Tanaman Obat Asal Kalimantan yang Peredarannya Dilarang BNN

Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Teh daun Kratom.

“Lumayanlah dapat 600.000 sehari.

Tapi belum langsung jadi uang.

Tapi paling tidak sudah kita petik, empat hari di rumah terus kita jemur sebentar sekitar lima menit baru kita kemas,” jelasnya.

Setiap bulan, rata-rata 300 hingga 500 ton kratom diekspor dari Kalimantan Barat, sekitar 80 persennya adalah dalam bentuk bubuk, sisanya dalam bentuk daun kering remahan.

Amerika jadi pasar utama

Amerika Serikat merupakan negara dengan tujuan ekspor kratom terbesar, meski di beberapa negara bagiannya melarang kratom.

Di negara bagian New York, bar-bar yang menyediakan kratom mulai bermunculan.

Di negara ini, banyak konsumen kratom (dalam bentuk bubuk atau pil) menggunakannya untuk terapi ketergantungan opium, isu yang cukup pelik di negara itu, dengan lebih dari 130 orang mati dari overdosis opium setiap hari pada 2017, menurut Departemen Kesehatan (Health & Human Services) AS.

Namun, status kratom di Amerika Serikat saat ini juga masih dalam limbo.

Pada 2016, badan hukum narkoba (Drug Enforcement Administration) AS mengumumkan untuk memasukkan kratom ke Golongan I narkotika dan tak mengizinkan kratom digunakan dalam medis.

Namun protes keras dari para pengguna dan beberapa senator AS membuat departemen itu menunda keputusannya.

Pontianak menjadi pos perdagangan utama kratom di Kalimantan.

Data dari kantor pos utama, pada tahun 2016 menunjukkan bahwa wilayah itu mengirim sekitar 400 ton ke luar negeri setiap bulan yang memiliki nilai sekitar 130 juta Dolar AS per tahun.

Menurut American Kratom Association, sebanyak lima juta orang Amerika Serikat menggunakan kratom dan jumlahnya terus bertambah.

Para pelanggan biasanya mendapatkan kratom melalui paltform online seperti Facebook, Instagram dan toko online Ali Baba.

“Sekitar 90 persen dari pengiriman kami dari provinsi Kalimantan Barat adalah kratom yang dijual ke Amerika Serikat,” kata kepala kantor pos Zaenal Hamid.

Banyaknya permintaan kratom membuat para petani di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat yang menjadi pusat produksi kratom, beralih profesi.

Awalnya mereka memproduksi komoditas tradisional seperti karet dan minyak kelapa sawit, namun sekarang menjadi petani kratom.

Mereka mulai menanam pohon kratom dan mengubahnya menjadi tanaman komersial.

Dikutip dari dw.com, pada tahun 2017 ekspor kratom sempat turun karena cuaca buruk dan ketakutan akan salmonela.

Halaman
1234


Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer