Sudah Siap Meluncur, Begini Tanggapan Direktur saat Esemka Disebut hanya Rebadge dari Mobil China

Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Esemka Bima 1.2

“Tidak, tidak benar itu (rebadge). Mobil yang ini kami produksi sendiri, tapi memang ada beberapa komponen yang masih kami impor. Komponen itu dikirim terurai dan kami rakit sendiri di pabrik,” kata Eddy.

Kabar soal pengganian emblem juga ditegaskan kembali oleh Direktur PT SoloManufaktur Kreasi, Joko Sutrisno.

Menurutnya, beberapa waktu lalu rumor tersebut berkembang cukup ekstrem.

Joko memang tidak memungkiri bahwa ada beberapa mobil dari luar yang menjadi inspirasi untuk dijadikan model produksi Esemka di Indonesia.

Namun hal tersebut tidak berarti mereka benar-benar menerapkan serupa produk-produk yang sudah ada itu.

“Bila hanya mau ganti emblem, buat apa kami sampai bangun pabrik dan menyediakan semua fasilitas untuk produksi. Jadi memang ada inspirasi yang kita tiru, tapi kita juga kita kembangkan lagi, artinya di situ kita juga ikut memproduksi dan ada transfer teknologi,” kata Joko.

Komponen Mobil Esemka. (KOMPAS.com/Ruly)


Persiapan Produksi Massal

Kabarnya, saat ini mobil Esemka sudah dalam tahap persiapan untuk produksi massal.

Bagian produksinya akan dilakukan langsung di pabrik Esemka di Desa Demangan, Boyolali, Jawa Tengah.

Untuk pekerja, rata-rata ditempati oleh lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Untuk saat ini, pabrik Esemka diklaim sudah mampu menghasilkan 40 unit mobil dalam sehari.

Adapun model yang diproduksi merupakan Esemka Bima berjenis kendaraan niaga ringan dengan kandungan komponen lokal mencapai 60 persen.

Di lain kesempatan, Manajer produksi PT Solo Manufaktur Kreasi Dias, Iskandar Saputra mengatakan bahwa pabrik Esemka terdiri dalam beberapa bagian untuk proses produksi dan dua perakitan jenis mesin yaitu diesel dan bensin.

“Di pabrik ini kami ada diesel line, gasoline line, monocoque line, lalu nanti yang akan datang itu ada welding dan body painting. Untuk diesel difungsikan merakit mesin diesel 1.8 L, 2.5L, dan 2.7L, untuk yang bensin itu untuk kapasitas 1.2 (liter) dan 1.3 (liter),” ujar Dias.

Esemka Bima juga sudah pernah melakukan uji tipe di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB), bahkan mereka sudah mengantongi Surat Uji Tipe (SUT).

Sosok pikap kabin ganda milik Esemka di pabrik Boyolali, Jawa Tengah.(Fitri Oktarini/KOMPAS TV)


(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)

Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official



Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer