5. Showcase: Exhuma, The Megahit Emerges – Sebuah showcase yang menampilkan proses kreatif di balik penciptaan film megahit terbaru.
Cinema in AI yang Menjadi Bagian Talks: Mendiskusikan Kecerdasan Buatan dalam Dunia Film
Seiring dengan semakin terintegrasinya Kecerdasan Artifisial (AI) dalam berbagai aspek produksi film, Jakarta Film Week juga akan mengangkat tema khusus dalam salah satu sesi Talks: Cinema in AI. Meskipun AI menawarkan banyak kepraktisan, ia juga menimbulkan kekhawatiran terkait moral dan etika. Operasi AI yang sepenuhnya berbasis data sering kali diabaikan aspek-aspek manusiawi, seperti estetika dan subjektivitas, yang telah lama menjadi dasar produksi seni, termasuk film.
Belum adanya regulasi yang jelas mengenai penggunaan AI dalam industri film membuatnya ibarat "rimba liar." Ada pihak yang melihat AI sebagai alat bantu kreatif yang luar biasa, sementara yang lain merasa khawatir bahwa AI dapat digunakan untuk eksploitasi atau bahkan menggantikan kreativitas manusia.
Dalam diskusi ini, beberapa karya film yang telah menggunakan AI dalam proses produksinya akan dihadirkan untuk mengeksplorasi potensi teknologi ini di dunia sinema. Di saat yang sama, diskusi juga akan menyoroti risiko-risiko yang terkait dengan penggunaan AI dan mengajukan pertanyaan penting: Bisakah kreativitas manusia sepenuhnya digantikan oleh mesin?
Program Talks ini akan semakin menarik dengan adanya pemutaran film-film pilihan yang relevan dengan topik-topik yang dibahas. Penonton akan mendapatkan kesempatan tidak hanya untuk mendengarkan wawasan dari para ahli, tetapi juga menyaksikan contoh-contoh langsung dari karya film yang mengaplikasikan teknologi terkini.
Melalui program Talks, Jakarta Film Week 2024 ingin menghadirkan ruang dialog yang produktif dan inklusif bagi semua pihak yang tertarik pada perkembangan industri film, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Komitmen Jakarta Film Week 2024
Dengan semakin tajamnya konten JFW NET-Industry Program, Jakarta Film Week 2024 menegaskan posisinya sebagai platform yang tidak hanya merayakan karya-karya film terbaik, tetapi juga mendorong inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan di industri film. Festival ini bertujuan untuk menjadi pusat pengembangan industri film di tingkat global, dengan menyediakan ruang bagi sineas dan produser untuk terus berkarya dan berkembang.
“Hadirnya JFW NET Industri Program semakin menegaskan komitmen Jakarta Film Week untuk berkontribusi pada penguatan Industri perfilman nasional, dengan menghadirkan rangkaian program yang membahas perkembangan terkini industri film yang terus bergerak dinamis, mulai dari Bisnis Forum, Producers Lab, Producers Network, Masterclass, Pitching Forum dengan menggandeng berbagai kolaborator baik nasional maupun internasional, antara lain Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbud Ristek, Manajemen Talenta Nasional (MTN) Bidang Seni Budaya, Kemenparekraf, berbagai asosiasi perfilman (APROFI, APFI, INAFED, IFDC, PILAR), Asian Film Awards Academy, CCIDAHK, HKETO, Platform Busan, serta kolaborator lainnya yang turut memperkaya penyelenggaraan Jakarta Film Week tahun ini,” ungkap Rina Damayanti, selaku Festival Director Jakarta Film Week.,” ungkap Rina Damayanti, selaku Festival Director Jakarta Film Week.
Jakarta Film Week 2024 akan diadakan pada 23-27 Oktober 2024, dan akan menampilkan berbagai program menarik seperti Jakarta Film Fund, Masterclass, Producers Lab, Talks, hingga Malam Penghargaan Jakarta Film Week.
Program-program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para sineas dan pelaku industri untuk berbagi ide, belajar dari para ahli, dan mengeksplorasi kolaborasi yang lebih luas.
(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)