Semua untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang rata-rata Rp 300.000 per hari, terutama uang saku anak sekolah Rp 10.000 – 15.000 per hari di SD dan SMP.
Sedangkan anaknya yang SMA memerlukan Rp 75.000 sehari karena sekolah kejuruan tata rias di Yogyakarta.
“Kalau dihitung-hitung tidak masuk di akal pemasukan dan kebutuhan. Tapi inilah rahasia ilahi,” katanya.
Toro pun tetap semangat bekerja mengingat harga diri laki-lakinya tergugah untuk terus bekerja dan berkarya.
"Hakikatnya laki-laki itu bekerja. Bukan mengeluh. Tidak boleh cengeng," katanya.
Harus cuci darah seumur hidup karena makan ayam goreng
Seperti Toro mekanik bengkel yang minum 15 gelas kopi dalam sehari, nasib anak 12 tahun harus cuci darah seumur hidup karena makan ayam goreng setiap hari.
Seorang anak berusia 12 tahun di Taiwan harus rela menjalani prosedur cuci darah tanpa batas waktu karena diduga sering makan ayam goreng.
Cuci darah adalah prosedur untuk membuang racun dari dalam tubuh akibat organ ginjal mengalami kerusakan.
Prosedur medis ini melibatkan sebuah mesin yang membantu mengeluarkan darah dari tubuh pasien, menyaringnya melalui ginjal buatan, lalu mengembalikan darah bersih ke tubuh.
Dilansir dari World of Buzz mengutip Kompas.com, Selasa (11/6/2024), anak berusia 12 tahun yang tidak disebutkan namanya itu selalu menghabiskan uang saku untuk membeli ayam goreng sepulang sekolah.
Konsumsi ayam goreng sepulang sekolah tersebut dilakukan hampir setiap hari. Bahkan, dalam setahun, dia dilaporkan mengonsumsi lebih dari 200 potong ayam goreng.
Sayangnya, kebiasaan makan makanan ini mendatangkan efek samping tidak terduga pada organ ginjalnya.
Sesuai namanya, ayam goreng atau fried chicken merupakan olahan potongan daging ayam bertepung yang digoreng dalam minyak panas.
Meski memiliki rasa sedap dan menjadi hidangan favorit sejumlah orang, makan terlalu banyak ternyata tidak begitu baik bagi tubuh.
Diberitakan Oriental Daily mengutip Kompas.com, Senin (10/6/2024), spesialis nefrologi sekaligus dokter yang menangani anak tersebut, Hong Yong Xiang mengatakan, pasiennya mengalami glomerulonefritis kronis.
Glomerulonefritis kronis merupakan suatu peradangan dalam jangka panjang di bagian penyaring darah kecil pada ginjal yang disebut glomerulus.
Dengan cepat fungsi ginjal si anak memburuk akibat terlalu sering makan ayam goreng tinggi minyak dan garam.
Imbasnya, anak berusia 12 tahun itu harus memulai prosedur cuci darah di usia sangat muda hingga jangka waktu yang belum ditentukan.
Ayam goreng sarat kalori dan karsinogenik
Hong Yong Xiang mengungkapkan, ayam goreng yang terendam seluruhnya dalam lemak dan minyak sarat kalori dan dapat memicu beragam masalah kesehatan.
Terlebih, apabila daging ayam diolah menggunakan minyak daur ulang atau minyak yang telah digunakan berkali-kali.
"Hidrokarbon aromatik polisiklik, amina isosiklik, akrilamida, dan logam berat, merupakan zat-zat yang dapat menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan, terutama ginjal," kata Hong.
Dia memperingatkan, zat karsinogen tersebut tidak hanya merusak fungsi ginjal, tetapi juga berpotensi menyebabkan masalah kesehatan lain.
Oleh karena itu, Hong pun mengimbau masyarakat agar sebisa mungkin menghindari jenis makanan tersebut.
"Kesehatan ginjal sangatlah penting dan makanan yang mengandung banyak lemak, gula, garam, dan kalori, khususnya makanan olahan, logam berat, dan bahan pembuat plastik harus dihindari dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.
(tribunnewswiki.com/tribun network)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini
| Jangan Lewatkan! 11 Promo Minuman Spesial 10.10, Ada Chatime hingga Lawson Mulai dari Rp 10 Ribu |
|
|---|
| 50 SMA dan SMK Siap Berlaga dalam Honda DBL with Kopi Good Day Central Java Series 2024 |
|
|---|
| Fakta Kebebasan Jessica Kumala Wongso, Baru Bebas Murni pada Maret 2032, Akui Tak Ada Lagi Dendam |
|
|---|
| Innalillahi Kabar Duka, Aktor Otig Pakis Meninggal karena Sakit, Dimakamkan di Bengkel Teater Rendra |
|
|---|