Andreas juga mengungkap kondisi perkenomian anak-anak Hans dan Rita yang tengah tidak stabil.
Baca: Terungkap Hans Tomasoa Pasrah Dibohongi Anaknya, Cerita Asli Pasutri Lansia Meninggal di Bogor Haru
"Jujur saya sampaikan di sini bahwa pekerjaan dari Pak Aris adalah sopir, lalu anak kedua yaitu Pak Bradley juga sedang dalam kondisi perekonomian yang tidak stabil," ungkapnya.
"Dan juga di sini Ciro lah yang memang banyak sering (berkunjung) karena tinggal di jakarta dan anak terakhir," sambungnya.
Menurutnya, pihak keluarga mendiang Hans dan Rita sebenarnya tetap memberikan perhatian.
Namun dengan melibatkan orang lain.
"Yang menjadi atensi disini bahwa keluarga tetap memberikan atensi baik kepada kedua orangtua ayaitu dengan tokoh teh Eka dan Pak Suanda yang sering dimintakan oleh keluarga atau anak-anak mendiang ini untuk mensupervisi keadaan sehari-hari di sana," jelasnya.
Selain itu, Andreas menyebut bahwa Aris juga sudah meminta pengurus gereja dan pengurus RT membantu kedua orangtuanya.
Namun setelah Hans dan Rita meningal lalu viral, oknum tersebut justru menceritakan hal-hal yang tidak sesuai dengan faktanya.
Baca: Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa, Pasutri Lansia Meninggal di Bogor
"Pada tanggal 13 Juli 2024 klien kami telah menemui salah satu pengurus gereja dan juga pengurus RT yang memang awalnya baik-baik saja, tapi setelah viral oknum ini bekerja sama dengan salah satu media akhirnya menceritakan hal-hal yang tidak benar, bahkan fitnah," kata Andreas.
Andreas juga mengungkap bahwa Aris dihalang-halangi untuk masuk ke rumah saat orangtuanya meninggal.
"Yang salutnya adalah kami dihalang-halangi untuk masuk kedalam rumah karena alasan tidak jelas, yang kami pertanyakaan apakah oknum tersebut adalah saudara dari mendiang," katanya.
Andreas kemudian menegaskan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum seandainya kembali menemukan unsur fitnah dan kebohongan mengenai keluarga Hans dan Rita Tomasoa.
"Jika kami menemukan adanya unsur fitnah, kebohongan maka kami tidak akan segan-segan menempuh jalur hukum sesuai undang-undang berlaku," tegasnya.
"Kami sebagai kuasa hukum memohon dan menghimbau untuk pemilik akun segera mungkin mentakedown foto-foto dan video mendiang," imbuhnya.
Anak-anak disebut tak pernah menjenguk
Sebelumnya, dari keterangan warga setempat, tiga anak Hans dan Rita itu sebelumnya diketahui tidak pernah menjenguk orang tuanya.
Baca: Bukan Stroke, Rita Tomasoa Pasutri Lansia Meninggal di Bogor Ternyata Mengidap Sakit Parkinson
Padahal Rita diketahui sudah menderita stroke cukup lama, sementara Hans sudah tampak tertatih saat berjalan.
Disebutkan bahwa anak-anaknya tidak ada yang datang untuk sekadar menjenguk dan merawat mereka.
Sehingga, pasangan lansia itu hanya hidup berdua saja dengan dibantu warga sekitar dan jemaat gereja.
Ketiga anak ketiga pasutri ini disebut-sebut tak pernah menjenguk orangtuanya sejak tahun 2017