TRIBUNNEWSWIKI.COM - Identitas pria yang menembak kucing milik tetangganya hingga mati di Semarang telah terungkap.
Dia adalah Imam Prasetyo (35), pria asal Semarang, Jawa Tengah.
Imam Prasetyo kini telah ditangkap oleh aparat kepolisian setempat.
Peristiwa penembakan itu terjadi di rumah tetangganya, Jafarin, pada Senin, 15 Juli 2024 sekira pukul 10.00 WIB.
Dalam video CCTV yang beredar, Imam yang mengenakan baju kuning berjongkok di depan mobil sambil melihat ke arah kolong mobil.
Kemudian ia tampak megarahkan benda seperti pistol ke kolong mobil dan melepaskan tembakan.
Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengatakan, sekitar jam 15.00 WIB, Imam menelepon Jafarin yang juga menjabat sebagai ketua RT.
Saat telepon, Imam mengatakan telah menembak kucing milik Jafarin karena sering buang air di rumahnya.
"Sekitar pukul 15.00 WIB diduga pelaku bernama Imam menghubungi korban menyampaikan bahwa kucing korban dia tembak. Kemudian korban bertanya kenapa, dijawab Imam karena sering berak di rumah pelaku," ungkap Irwan saat jumpa pers di markasnya, Selasa (16/5/2024).
Baca: Viral Video Pria Tembak Kucing di Semarang, Pelaku Langsung Ditangkap, Begini Kronologinya
Selain itu, Imam mengaku kesal karena kucing tersebut mengigit burung merpati miliknya.
Tanpa pikir panjang, Imam langsung mengincar kucing itu yang bersembunyi di bawah kolong mobil, lalu menembaknya hingga berdarah dan mati.
"Iya saya akui menembak kucing milik Pak RT sebanyak tiga kali. Jengkel kebawa emosi, merpatiku digigit," kata kata Imam.
Imam mengklaim, burung miliknya bernilai jutaan rupiah.
"Saya sudah awasi kucing itu selama lima hari berturut-turut sebelum melakukan penembakan," jelas pria yang bekerja sebagai tukang listrik itu.
Imam mengaku menembak menembak kucing hingga mati dengan senjata airgun jenis Beretta 92Fs Type M9A1 yang ia dapatkan dari seotang teman.
"Iya dapat dari teman saat bubarin tawuran," kata IP saat gelar perkara di Polrestabes Semarang, Pemilik kucing kemudian mengecek CCTV dan membuat laporan ke polisi.
Setelah ditangkap polisi, Imam diperiksa urinenya yang ternyata positis obat-obatan terlarang.
Baca: Biodata Kompol Emmy Fenitiruma, Wakapolres Sorong Ajudannya Tewas Gantung Diri, Bukan Alumni Akpol
Kasus tersebut juga membuat geram para pecinta hewan yang berencana akan melaporkan kasus tersebut ke polisi.
“Kita tidak boleh mentolerir tindakan seperti ini, apalagi pelaku pernah berurusan dengan polisi terkait narkoba dan tindakan kekerasan. Ini sudah jelas red flag ya, berpotensi eskalasi ke tindakan kekejaman ke manusia dan lingkungannya,” jelas Ketua Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru Tona saat dihubungi.
Pihaknya juga dalam waktu dekat akan ikut melaporkan kasus tersebut ke polisi.