TRIBUNNEWSWIKI.COM - Organisasi teroris Jamaah Islamiyah (JI) telah dibubarkan.
Pembubaran ini diumumkan oleh 16 orang senior dari organisasi tersebut, yang bertanggung jawab atas peristiwa bom Bali I pada tahun 2002.
Pengumuman pembubaran JI disampaikan melalui rekaman video yang memuat pernyataan hasil kesepakatan majelis para senior dengan para pimpinan lembaga pendidikan dan pondok pesantren yang berafiliasi dengan Al Jamaah Al Islamiyah.
Ada enam pernyataan sikap yang disampaikan atas nama 16 orang dalam rekaman video tersebut.
Salah satu poinnya adalah pembubaran JI dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut laporan Kompas.id, empat tokoh yang pernah menjadi pemimpin tertinggi atau amir JI menandatangani pernyataan pembubaran tersebut, yaitu Abu Rusdan, Para Wijayanto, Zarkasih, dan Abu Dujana.
Abu Rusdan pernah menjadi amir JI pada tahun 2003. Pada tahun 2004-2005, JI dipimpin oleh Adum alias Sunarto. Kemudian, Zarkasih memimpin dari tahun 2005 hingga 2007.
Terakhir, Para Wijayanto memimpin organisasi kelompok teroris yang berdiri pada tahun 1993 itu dari tahun 2008 hingga 2019. Dia berhasil ditangkap dalam upaya penangkapan di daerah Bekasi, Jawa Barat, hingga Ponorogo, Jawa Timur pada tanggal 29-30 Juni 2019.
Organisasi teroris yang berafiliasi dengan kelompok teroris global Al Qaeda ini beberapa kali mengklaim aksi teror bom di Indonesia.
Berikut rangkuman aksi peledakan bom yang diklaim atau terkait dengan JI menurut Kompas.com:
Bom Gereja di malam Natal
Sebelum bom mengguncang kawasan Legian, Bali, Encep Nurjaman alias Ridwan Isamuddin alias Hambali yang merupakan salah satu pemimpin JI pernah mengkomandoi teror bom di gereja-gereja di 13 kota pada malam Natal tahun 2000.
Mulai dari Medan, Pekanbaru, Jakarta, Mojokerto, Mataram, dan kota-kota lainnya. Serangan bom serentak ini menyebabkan 16 orang meninggal dan 96 terluka.
Bom Bali I
Sebanyak 202 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat tiga bom yang meledak di Bali pada 12 Oktober 2002.
Peristiwa bom Bali ini menjadi aksi teror bom dengan korban terbanyak.
Ledakan pertama terjadi di depan Diskotek Sari Club, Jalan Legian, Kuta. Tidak lama kemudian, ledakan kedua terjadi di Diskotek Paddy’s yang berada di seberang Sari Club. Ledakan ketiga terjadi sekitar 100 meter dari Konsulat Amerika Serikat di wilayah Renon, Denpasar.
Polisi menangkap Amrozi, Imam Samudra alias Abdul Aziz, Ali Ghufron, Ali Imron, Mubarok alias Utomo Pamungkas, dan Suranto Abdul Gani. Dulmatin, tersangka lain, tewas saat penangkapan.
Dalam persidangan, terungkap bahwa para pelaku merupakan anggota JI. Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Ghufron divonis mati dan dieksekusi pada November 2008. Ali Imron, Mubarok, dan Suranto Abdul Gani divonis penjara seumur hidup.
Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 Polri berhasil menangkap otak bom Bali I, Arif Sunarso alias Zulkarnaen, pada 10 Desember 2020.