TRIBUNNEWSWIKI.COM – Berikut cara dan syarat mengajukan KPR subsidi hunian atau rumah.
Memiliki sebuah rumah hunian tentu menjadi impian bagi banyak orang. Namun, untuk mengambil rumah bukanlah perkara mudah.
Hal ini dikarenakan harga rumah yang cenderung terus mengalami kenaikan atau inflasi setiap tahunnya.
Kenaikan harga properti bisa dipastikan menjadi kendala bagi calon konsumen, sebab penghasilan yang dimiliki seringkali tidak berbanding lurus dengan cicilan rumah yang perlu dialokasikan saat mengambil kredit perumahan.
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dapat menjadi salah satu opsi untuk mewujudkannya, terutama jika memiliki penghasilan yang terbatas.
Baca: Kapan Dana Tapera Boleh Diambil? Simak Penjelasannya Berikut
KPR subsidi adalah fasilitas yang disediakan pemerintah untuk membantu masyarakat dalam memiliki tempat tinggal yang layak huni.
Namun, sebelum Anda mengajukan KPR subsidi, ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi.
Syarat Pengajuan KPR Subsidi
Berikut persyaratan untuk dapat mengajukan KPR subsidi:
1. Status Kelayakan Penerima KPR Subsidi
Sebelum memulai proses pengajuan KPR subsidi, Anda perlu memastikan bahwa Anda telah memenuhi status kelayakan yang telah ditetapkan pemerintah.
Biasanya, program KPR subsidi ditujukan untuk masyarakat dengan penghasilan yang rendah hingga menengah.
Pemerintah memiliki standar tertentu untuk menentukan tingkat penghasilan yang memenuhi syarat.
Syarat gaji minimal KPR rumah subsidi yang ditentukan berada di kisaran 4 juta sampai 7 rupiah perbulan.
Sedangkan untuk KPR rumah komersial adalah Rp 5 juta dan tidak ada batasan maksimal pendapatan.
Jumlah penghasilan untuk mengakses kredit rumah komersil tergantung dari harga rumah, jumlah cicilan hingga tenor yang diambil.
2. Usia dan Kewarganegaraan
Sahabat juga perlu memeriksa persyaratan usia dan kewarganegaraan yang berlaku.
Beberapa program KPR subsidi membatasi usia peminjam sertai harus berstatus Warga Negara Indonesia (WNI). Pastikan Sahabat memenuhi persyaratan ini sebelum mengajukan permohonan.
Persyaratan umum untuk mengambil KPR bersubsidi yaitu Warga Negara Indonesia dengan usia minimal 21 tahun atau sudah menikah, sedangkan usia maksimal yaitu 55 tahun bagi karyawan, atau berusia 65 tahun bagi wiraswasta saat cicilan lunas.
Sejumlah dokumen lain juga perlu Anda persiapkan sebagai bagian dari kelengkapan administrasi yang mesti dipenuhi.
3. Dokumen Identifikasi
Persyaratan umum yang biasanya diperlukan adalah dokumen identifikasi seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran.
Pastikan dokumen-dokumen ini valid dan masih berlaku, karena ini akan menjadi dasar untuk menilai keabsahan permohonan KPR subsidi yang Anda ajukan.
4. Surat Keterangan Penghasilan
Salah satu dokumen penting lainnya adalah surat keterangan penghasilan.
Bank atau lembaga keuangan yang memberikan KPR perlu memastikan bahwa Anda memiliki kemampuan untuk membayar cicilan KPR secara berkala.
Oleh karena itu, Anda perlu melampirkan dokumen yang mendukung penghasilan bulanan yang dimiliki, diantaranya seperti slip gaji atau surat keterangan penghasilan dari tempat Anda bekerja.
5. Riwayat Kredit dan Beban Finansial Lainnya
Selain surat keterangan penghasilan, bank atau lembaga keuangan juga akan menilai riwayat kredit yang Anda miliki untuk divalidasi oleh kredit analis.
Anda perlu memastikan pada saat pengajuan tidak bermasalah dengan kredit yang mungkin belum diselesaikan atau dibayarkan.
Hal ini akan digunakan oleh kredit analis sebagai indikator kelancaran pembayaran cicilan saat mengambil KPR.
Beban finansial lainnya, seperti pinjaman yang masih berlangsung atau kelancaran pembayaran kartu kredit juga akan diperhitungkan.
Semakin bersih riwayat kredit yang Anda miliki, semakin besar peluang untuk mendapatkan persetujuan KPR subsidi.
6. Memahami Mekanisme Pembayaran dan Bunga
Sebelum Anda menandatangani perjanjian KPR subsidi, pastikan untuk benar-benar memahami mekanisme pembayaran, termasuk besaran cicilan bulanan dan tingkat suku bunga yang diterapkan.
Ini dapat menjadi pertimbangan dalam melakukan kalkulasi dan mengukur kemampuan Anda dalam menetapkan besaran cicilan.
Perhitungan ini dapat membantu dalam mengelola keuangan dengan lebih baik dan menghindari kemungkinan masalah keuangan yang terjadi di masa depan.
Baca: 5 Tips Penting yang Perlu Diperhatikan Agar Pengajuan KPR Mudah Disetujui Bank
Tips Pengajuan KPR Subsidi
Adapun cara mengajukan KPR subsidi yakni sebagai berikut:
1. Cari Informasi Program KPR Subsidi
Sebelum memulai proses pengajuan KPR subsidi, Anda dapat mencari informasi terkait program-program yang sedang berlangsung serta lokasi tempat rumah KPR subsidi tersebut tersedia.
Pemerintah biasanya menyediakan berbagai jenis program KPR subsidi dengan syarat dan ketentuan yang berbeda.
Pilihlah program yang sesuai dengan kebutuhan dan sesuai kondisi finansial.
2. Rencanakan Anggaran Keuangan
Sebelum mengambil KPR subsidi, buat rencana keuangan yang jelas. Hitung dengan cermat penghasilan dan pengeluaran bulanan.
Pastikan Anda memiliki persiapan dana yang cukup untuk membayar uang muka dan cicilan KPR tanpa membebankan keuangan.
3. Pantau Perkembangan Informasi Terkini
Informasi terkini seputar KPR subsidi dapat berubah dari waktu ke waktu. Pantau perkembangan berita dan peraturan terbaru dari pemerintah terkait program KPR subsidi.
Ini dapat membantu Anda tetap update dan menyesuaikan persiapan sesuai dengan perubahan syarat dan kondisi yang mungkin terjadi.
(TRIBUNNEWSWIKI.com/Mikael Dafit)