TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beberapa saksi di kasus Vina Cirebon kini mulai bermunculan.
Tiba-tiba saja banyak yang mengklaim melihat peristiwa pembunuhan sadis tersebut.
Padahal pada tahun 2016 atau hari pembunuhan Vina Cirebon dan Eky, tak ada yang mengajukan diri sebagai saksi.
Akan tetapi, sekarang iini seolah-olah semua ingin pansos dan mengaku melihat peristiwa pembunuhan Vina Cirebon dan Eky.
Satu di antara saksi yang muncul adalah Fery, warga Cirebon.
Fery diketahui warga Cirebon yang berdekatan dengan TKP.
Fery mengaku sedih bahwa Polisi menangkap yang bukan pelaku.
Fery menangis saat diwawancarai di Channel YouTube.
Fery muncul menantang saksi Aep yang mengatakan bahwa Polisi telah benar melakukan penangkapan pelaku.
Fery geregetan ingin bertemu empat mata dengan Aep.
Baca: Merasa Tertekan, Liga Akbar Cabut BAP di Kasus Vina Cirebon, Ingin Sampaikan Hal yang Sebenarnya
Pasalnya, kesaksian Aep yang dinilainya mengada-ngada membuat para terpidana dihukum berat.
Air mata Fery seketika meleleh di pipi ketika menceritakan hidup para terpidana yang ditangkap Iptu Rudiana.
Ia meyakini bahwa anak-anak muda itu, yang tinggal tak jauh dari rumahnya, bukan pelaku pembunuhan dua sejoli tersebut.
"Iya enggak bener mas, itu terpidana orang-orang yang enggak punya mas, saya tahu sendiri. Saya Investigasi, saya datengi satu per satu sampai saya anterin (para saksi dan keluarganya) ke Peradi untuk bertemu bapak Otto (Hasibuan)," ujar Fery dengan nada bergetar dilansir dari Youtube Channel RJL 5 Fajar Aditya yang tayang pada Minggu (16/6/2024).
Geram dengan kesaksian Aep, Fery menantang Aep untuk bertemu empat mata dengannya.
Fery tak takut jika harus beradu kesaksian di meja hijau.
Bahkan, jika keterangan yang diucapkannya keliru dan dinilai memberikan keterangan palsu, Fery rela untuk dipenjara.
"Saya berani mempertanggungjawabkan ucapan saya bila saya salah karena beri laporan palsu, penjarakan saya. Demi Allah saya berani," ujarnya.
Begitu juga sebaliknya. Aep harus mengikuti aturan hukum jika memberikan kesaksian palsu.
Fery mengaku tergerak untuk membela para terpidana ini karena didorong rasa kemanusiaan bukan karena ada keterikatan saudara atau teman.