TRIBUNNEWSWIKI.COM - Polwan bernama Briptu Fadhilatun Nikmah yang membakar suaminya, Briptu Rian Dwi Wicaksono, akhirnya buka suara.
Peristiwa polwan bakar suami itu terjadi di Mojokerto pada Sabtu, 8 Juni 2024 pukul 10.30 WIB.
Motif Briptu Fadhilatun Nikmah nekat membakar hidup-hidup suaminya itu karena cekcok rumah tangga.
Diduga, gaji 13 dipakai untuk bermain judi online oleh Briptu Rian Dwi Wicaksono, sehingga Fadhilatun Nikmah emosi.
Fakta terbaru terungkap bahwa Briptu Fadhilatun Nikmah menyesali perbuatannya dan meminta maaf.
Ibu tiga anak itu juga diketahui mengalami trauma mendalam.
Usut punya usut, Briptu Fadhilatun Nikmah sempat membawa suaminya ke rumah sakit setelah cekcok hingga akhirnya dibakar.
Baca: Postingan Akun Medsos Briptu Fadhilatun Nikmah, Bahagia Nikah dengan Briptu Rian Dwi Wicaksono
Briptu Fadhilatun saat itu menolong suaminya dan dibantu oleh tetangga sekitar.
Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Dirmanto, dalam keterangannya, Minggu (9/6/2024).
"(Korban) Kemudian dibawa oleh tersangka atas nama FN ini dibawa ke RSUD."
"Jadi FN ini juga mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menolong yang bersangkutan membawa ke rumah sakit dibantu oleh beberapa tetangga," kata Kombes Dirmanto.
Seolah menyesali perbuatannya, Briptu Fadhilatun juga diketahui sempat menyampaikan permintaan maaf kepada suaminya, usai kejadian nahas itu terjadi.
Permintaan maaf itu disampaikan Briptu Fadhilatun ketika sampai di rumah sakit.
"Sampai rumah sakit, Briptu FN juga minta maaf kepada sang suami atas perilaku ini," ujarnya.
Baca: Profil Briptu Fadhilatun Nikmah, Polwan yang Bakar Suaminya Briptu Rian karena Judol, Anaknya Kembar
Dirmanto mengatakan, motif aksi Briptu Fadhilatun ini karena masalah finasial.
Gaji Briptu Rian disebut kerap digunakan untuk bermain judi online, hingga akhirnya membuat Briptu Fadhilatun berang dan gelap mata.
"Bahwa motif daripada kejadian ini bahwa saudara almarhum ini, Briptu RDW ini sering menghabiskan uang belanja yang harusnya dipakai untuk membiayai hidup ketiga anaknya, ini dipakai untuk, mohon maaf ini, main judi online," kata Dirmanto.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan, permasalahan ini diawali cekcok antara suami istri berpangkat Briptu tersebut.
"Saat korban ini pulang dari kantor, kemudian cekcok dengan istrinya, kemudian istrinya menyiramkan bensin di muka dan badannya yang bersangkutan."
"Tidak jauh dari TKP itu ada sumber api. Sehingga terperciklah itu akhirnya membakar yang bersangkutan," jelasnya.
Akibat kejadian itu korban diketahui mengalami luka bakar 96 persen.
Baca: Viral Video 4 Menit Ibu dan Anak Kecil Baju Biru Part 2 di Twitter, Pengakuan Suami Hany Mengejutkan
Ia sempat dirawat intensif di ICU RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.
Namun, nyawa Briptu Rian Dwi Wicaksono tak tertolong.
Ia dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (9/6/2024) siang.
Briptu Fadhilatun Nikmah trauma
Briptu Fadhilatun Nimah kini sudah ditetapkan menjadi tersangka atas kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Kondisinya kini juga disebut-sebut mengalami trauma berat hingga butuh pendampingan psikologis.
Polda Jatim diketahui telah memberikan pendamping psikologis terhadap Fadhilatun Nikmah.
Pendampingan psikologis tersebut melibatkan Psikiater dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim.
Baca: Video Viral Ibu Baju Oren dan Anaknya Part 2 Dicari Linknya di Twitter, Terungkap Sosok Pemerannya
Selain diberikan kepada Briptu Fadhilatun Nikmah, pendampingan psikologis tersebut juga diberikan kepada ketiga anak Briptu Fadhilatun yang masih berusia di bawah lima tahun (balita).
Anak pertama berusia dua tahun, sedangkan anak kedua dan ketiga adalah kembar, berusia empat bulan.
"Dia masih trauma mendalam. Sekarang sedang ditangani dan sedang difasilitasi untuk trauma healing oleh Polda Jatim, kemudian juga kita melibatkan psikiater untuk menangani kasus ini," ujarnya Dirmanto, dikutip dari TribunJatim.com, Senin (10/6/2024).
Saat kejadian penganiayaan terjadi, ketiga anak Briptu Fadhilatun Nikmah sedang diasuh oleh pengasuh anak (Baby Sitter) di luar rumah.
Artinya, ketiga anak Briptu Fadhilatun tidak berada di dekat lokasi kejadian apalagi sampai melihat kejadian tersebut.
"Pada saat kejadian, berdasarkan informasi yang kami terima dari penyidik, anaknya sedang diasuh oleh baby sitter atau pembantu rumah tangga di sana, tidak ada di rumah, jadi dibawa pergi sama pembantu," jelasnya.
(tribunnewswiki.com/tribun network)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini