TRIBUNNEWSWIKI.COM - Inilah sosok wanita bernama Nimas Runeh Sabella Sutopo alias NR yang diteror teman SMP, yakni Adi Pradita alias AP, selama 10 tahun.
Seorang wanita curhat di media sosial X karena diteror selama 10 tahun oleh teman SMP viral.
Kejadian itu menimpa Nimas Runeh Sabella Sutopo, sosok perempuan asal Surabaya.
Nimas Runeh sampai mengalami trauma akibat tabiat aneh teman SMP tersebut.
Peristiwa yang dialami oleh Nimas Runeh Sabella Sutopo ini pertama kali ramai diperbincangkan di X.
Di situ Nimas Sabella bercerita dirinya mendapatkan pesan-pesan mesum dari pria yang mengaguminya itu.
Cerita tersebut diunggah oleh Nimas Sabella di akun X pribadinya pada Rabu (15/5/2024) pada pukul 11.25 WIB.
Baca: Pantas Iptu Rudiana Ayah Eky Tak Mau Kasus Vina Cirebon Difilmkan Vina Sebelum 7 Hari, Ini Alasannya
Adi Pradita dianggap Nimas Sabella menyalahartikan kebaikannya hingga terobsesi untuk terus mengejar dan memperoleh cintanya.
Padahal, menurutnya, sikap dan perilaku peduli yang dia tunjukkan selama ini juga berlaku kepada orang lain atau seluruh teman-temannya, entah laki-laki atau perempuan.
Akibat obsesinya itu, Adi Pradita terus-menerus mengejar Nimas selama 10 tahun lamanya.
Hingga akhirnya, Nimas melaporkan seorang pria yang merupakan teman SMP-nya yakni Adi Pradita (30) ke Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim), Jumat (17/5/2024).
Alasannya, Nimas mendapatkan teror mesum dari teman SMP-nya itu selama 10 tahun, yaitu sejak 2014 sampai Mei 2024.
"Iya benar, saya NR yang jadi korban kejahatan teror tersebut," tuturnya, Jumat (17/5/2024), dilansir Surya.co.id.
Teman SMP-nya itu, jelas Nimas, sering mengirimkan foto alat kelaminnya melalui direct message (DM) di X (dulu Twitter).
Baca: Cerita Saka Tatal Ngaku Jadi Korban Salah Tangkap di Kasus Vina Cirebon, Kadung Dipenjara 8 Tahun
Bukan hanya itu, Adi juga mengirimkan pesan-pesan tak senonoh melalui Instagram sejak 2014 sampai 2018.
Nimas Runeh sendiri tak pernah menghitung jumlah pesan aneh yang masuk ke ponselnya.
Namun, berdasarkan ingatannya, dalam kurun waktu satu hari, terdapat tiga unggahan yang dilakukan oleh Adi Pradita.
"Kadang sebulan berapa. Kadang mood dia aja. Kadang dalam seminggu selalu ada."
"Mulai ngancam sejak 2014, SMA kelas 2. Foto-foto yang dia fantasikan ke badan saya," terangnya.
Kemudian, berdasarkan penuturan Nimas Sabella, pria tersebut melakukan teror menggunakan ratusan akun.
Ketika korban memblokir akun Adi Pradita, akun-akun baru kembali dibuatnya untuk meneror Nimas Runeh.
Baca: Pengakuan 8 Pelaku Kasus Vina Cirebon, Terungkap Penyebab 3 Buron Masih Berkeliaran: 1 Sudah Bebas
"PAP (post a picture) kelamin lewat tweet akun. Ratusan akun. Dia bikin, saya blok, dia bikin lagi. Nah, gitu terus. (Ada) 40-an itu berkaitan akun dia. Tapi, totalnya akun lain yang saya blok ada 440-an," ujarnya.
Teror berupa pengiriman pesan intimidasi bermuatan kekerasan seksual yang dikirimkan oleh si pria pun berlanjut sampai 2024.
"Asusila secara langsung sih enggak. Tapi melalui psikologis DM IG (Instagram) 2018. Nah tahun itu tahun terberat tersiksa."
"Karena perilaku (kirim PAP kelamin) terjadi di tahun 2018, dari Januari-Desember," ungkapnya.
Nimas Sabella mengaku tak tahan dengan ulah pria tersebut, apalagi aksi nekat yang dilakukan Adi Pradita tak hanya dilakukan lewat media sosial.
Ia bercerita pria itu juga sempat mendatangi rumahnya dengan berkelakuan aneh.
Yakni berdiri di jalanan depan rumah Nimas Runeh mulai pukul 01.00 sampai 04.00 WIB.
Baca: Mengintip Lokasi TKP Pembunuhan Vina Cirebon Dulu 2016 vs Sekarang, Sering Terjadi Hal Mistis?
Ia juga secara sengaja menyalakan lampu motornya tepat di depan rumah hingga membuat ibu Nimas ketakutan.
"Paling terburuk tahun 2018. Dia pernah melempar jam tangan mati, dan surat cinta. Saya bakar jam 6 pagi. Dia pernah jam 1 pagi dia berdiri (di depan rumah) sampai jam 4 subuh," jelasnya.
Selain itu, Adi juga sempat memberikan pesan berisi ancaman pembunuhan melalui DM di X.
Ancaman pembunuhan itu ditujukan kepada siapa saja sosok yang tengah melakukan pendekatan (PDKT) atau berpacaran dengan Nimas.
"Khusus saya saja. Karena dia memang obses sama saya. Dan dia mengakui cinta dan obses sama saya. Kadang dia itu, kadang jujur kadang denial."
"Posesifnya dia itu mengarah ke intimidasi; kalau ada cowok dekat saya akan dibunuh," ungkapnya.
Meski begitu, NR mengaku belum pernah mendatangi pihak keluarga dari teman SMP-nya itu untuk mengadukan kelakukan si pria.
Pasalnya, AP selalu menolak dan menghalangi NR untuk mendatangi rumahnya.
"Dia sangat menutupi dari 2016-2024 ini. Kakaknya itu baru tahu kemarin, Kamis pekan ini, dan orang tuanya baru tahu semalam, Kamis, 16 Mei 2024, kemarin," ungkapnya.
Laporan yang dibuat NR dibuktikan dengan adanya Surat Tanpa Penerimaan Laporan bernomor LP/B/254/V/2024/SPKT/POLDA JAWA TIMUR yang 2024 pukul 14.30 WIB.
NR mengaku upaya hukum yang ditempuhnya ini didasarkan atas dukungan moral dari orang tua, kerabat, keluarga, dan calon suaminya.
Dalam waktu dekat, dia berencana bakal melangsungkan pernikahan dengan calon suaminya.
Selain itu, Nimas melaporkan peristiwa ini ke kepolisian lantaran mendapatkan dukungan dari netizen di media sosial.
"Ada dua faktor. Saya juga mau menikah. Dan saya didorong support sama pacar saya. Dan di sisi lain, banyak netizen Indonesia, yang support saya. Di WA (WhatsApp) dan telepon untuk lapor," ucapnya.
Kata polisi
Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Charles P Tampubolon, membenarkan adanya laporan yang dibuat NR.
Ia menjelaskan, korban mengaku risih dan terganggu dengan perbuatan si terlapor berinisial AP karena kerap mengirimkan pesan bermuatan intimidasi disertai foto seksual.
"Kami melakukan pemeriksaan terhadap korban, dan kami akan melakukan penjemputan karena dikhawatirkan akan melarikan diri. BB sementara masih screenshot medsos," ujar AKBP Charles P Tampubolon saat ditemui awak media di Lobby Gedung Ditreskrimsus Mapolda Jatim.
Lebih lanjut, AKBP Charles P Tampubolon menyebut si terlapor diduga telah melakukan perbuatan itu selama 10 tahun lamanya.
"Jadi pelapor merasa diancam diganggu dengan atas nama AP selama kurang lebih 10 tahun yang merupakan teman SMP," pungkas AKBP Charles P Tampubolon.
(tribunnewswiki.com/trbun network)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini