TRIBUNNEWSWIKI.COM - Terungkap curahan hati atau curhatan terakhir polisi yang diduga bunuh diri bernama Birgadir Ridhal Ali Tomi alias Brigadir RAT di dalam mobil Alphard di kawasan Jakarta Selatan.
Istri Brigadir Ridhal Ali, Novita Husain, mengungkapkan bahwa almarhum sempat mengeluh soal tempat kerjanya.
Brigadir Ridhal Ali Tomi ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak di bagian kepala pada Kamis (25/4/2024).
Ia tewas dalam mobil Alphard hitam di Jalan Mampang Prapatan IV, RT 10/2 Kelurahan Tegal Parang, Mampang, Jakarta Selatan.
Brigadir Ridhal Ali Tomi ditemukan dengan kondisi kepala tertembak senjata.
Posisi Brigadir Ridhal Ali Tomi berada di kursi kanan mobil lengkap dengan seatbelt.
Saat ditemukan, mobil Alphard tersebut masih dalam kondisi menyala.
Baca: Jadwal Indonesia vs Uzbekistan, Nonton Siaran Langsung Semifinal Piala Asia U23 di RCTI & TV Online
Baca: Sosok Fitri Meliana, Selebgram Meli Joker yang Live Gantung Diri di IG Usai Cekcok dengan Pacar
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro mengatakan, Brigadir Ridhal Ali Tomi diduga meninggal dunia karena bunuh diri.
Ditemukan luka di kepala dan bekas tembakan di atap mobil yang dikendarai Brigadir Ridhal Ali Tomi.
“Kami bisa mengambil kesimpulan untuk sementara bahwa dugaan yang bersangkutan bunuh diri,” kata AKBP Bintoro.
Rekaman detik-detik Brigadir Ridhal Ali Tomi mengakhiri hidup juga terekam kamera CCTV.
Brigadir Ridhal Ali Tomi merupakan anggota Satlantas Polresta Manado.
Ia meninggalkan istri dan tiga anak yang masih kecil-kecil.
“Anaknya yang bungsu baru usia tiga bulan,” istrinya, Novita.
Baca: Tak Sebut STY, Bung Towel Apresiasi Semua Pemain Timnas Indonesia yang Kalahkan Korea Selatan
Novita menuturkan, anak pertama almarhum Brigadir Ridhal Ali Tomi itu baru berusia 7 tahun, dan yang kedua 5 tahun.
Kepada Novita Husein, Brigadir Ridhal Ali Tomi rupanya sempat curhat sebelum meninggal di dalam mobil.
Pada percakapannya itu, Brigadir Ridhal Ali Tomi mengeluhkan soal pekerjaannya.
“Almarhum bilang sudah tidak nyaman lagi kerja di situ,” kata Novita dikutip dari Tribun Manado, Sabtu (27/4/2024).
Namun Novita mengaku tidak tahu apa yang dimaksud suaminya itu.
Diungkap Novita, suaminya ke Jakarta untuk menjadi ajudan.
“Ke Jakarta untuk jadi ajudan,” kata dia.
Menurut Novita, bos dari suaminya itu adalah seorang polwan.
“Saya tahu bosnya itu Polwan, yang bawa dia ke Jakarta, cuma saya tidak mau menyebutkan namanya mohon maaf,” jelas Novita lagi.
Baca: Sosok Pria yang Tarik Leher Gibran hingga Nyaris Jatuh, Paspampres Sigap, Pengakuannya Mengejutkan
Novita mengaku tak percaya kalau suaminya itu tewas dengan cara mengakhiri hidup.
“Kalau ada yang bilang almarhum bunuh diri saya tidak percaya, karena saya sangat tahu sifatnya seperti apa,” kata Novita.
Ia menyebut kalau suaminya itu tidak mungkin meninggalkan dia dan anak-anaknya dengan cara seperti itu.
“Almarhum sangat sayang anak-anak jadi tidak mungkin dia berbuat seperti itu,” ungkapnya.
Kontak bantuan
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.
Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan untuk meringankan keresahan yang ada.
Berikut daftar layanan konseling yang bisa Anda kontak:
Gerakan "Into The Light"
Facebook: IntoTheLightID
Twitter: @IntoTheLightID
Email: intothelight.email@gmail.com
Web: intothelightid.wordpress.com
Save yourself
Facebook: Save Yourselves
Instagram: @saveyourselves.id
Line: @vol7047h
Web: saveyourselves.org
(tribunnewswiki.com/tribunnewsbogor.com)