Kisah Sedih Ibu yang Adik dan 2 Anak Tewas dalam Tragedi Tol Cikampek, Suaminya Belum Lama Meninggal

Kecelakaan maut itu melibatkan tiga kendaraan, yaitu bus Primajasa serta dua mobi, Daihatsu Gran Max dan Daihatsu Terios.


zoom-inlihat foto
GT-Cikampek-Utama-2-NEW-2.jpg
Jasa Marga
Ilustrasi Gerbang Tol Cikampek


"Ayahnya sudah meninggal, katanya mau dimakamin di sana (Kuningan)," lanjut Birman.

Kronologi Kecelakaan Maut Tol Cikampek

Sopir bus Primajasa yang terlibat kecelakaan di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek, Heri, mengungkapkan kronologi kecelakaan.

Heri mengatakan, saat kejadian ia tengah mengemudikan bus Primajasa dari arah Bandung, Jawa Barat, menuju Jakarta.

Dari jalur contraflow berlawanan, tiba-tiba Gran Max oleng dan menghantam bagian depan bus Heri.

Heri berujar ia sudah mencoba menghindari Gran Max, tapi tabrakan tetap tak terelakkan.

Tak berhenti sampai di situ, Daihatsu Terios yang berada di belakang bus Primajasa juga tidak bisa menghindari kecelakaan.

"Saya coba menghindar ke kiri. Lalu di bagian belakang seperti ada kendaraan lain dan juga menabrak bagian kiri," ungkap Heri, Senin, dikutip dari TribunJabar.id.

Baca: Puluhan Mobil Pecah Ban di Tol Jakarta-Cikampek Bakal Diganti Rugi, PT Jasa Marga Minta Maaf

Sesaat setelah tabrakan, Gran Max dan Terios langsung terbakar.

Diketahui, kecelakaan maut itu melibatkan tiga kendaraan, yaitu bus Primajasa serta dua mobi, Daihatsu Gran Max dan Daihatsu Terios.

Dugaan Penyebab Gran Max Terbakar

Sementara itu, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan dugaan penyebab banyaknya korban dalam kecelakaan di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek.

Investigasi Senior KNKT, Ahmad Wildan, menduga kebakaran pada mobil Gran Max hingga menyebabkan semua penumpangnya terbakar, terjadi lantaran putusnya saluran BBM.

"Tadi kita memeriksa saluran BBM, karena kita lihat kendaraannya terdeformasi."

"Jadi kebakaran sangat mungkin terjadi ketika deformasi membuat putus saluran BBM, sehingga saluran BBM tumpah dan terbakar karena areal di sana panas (mesin)," beber Wildan, Senin.

Lebih lanjut, Wildan memperkirakan terjadi dua kali ledakan pada Gran Max yang disebabkan tumpahan BBM mengenai area mesin.

Namun demikian, Wildan belum bisa menyimpulan penyebab pasti kebakaran.

Wildan juga mengatakan KNKT masih harus mempelajari untuk mengetahui penyebab Gran Max oleng ke jalur berlawanan, hingga mengakibatkan kecelakaan.

"Tadi penjelasan saksi di lapangan terdengar bunyi ledakan dua kali di depan dan di tengah. Berarti ini sangat dimungkinkan dari area engine (mesin) dulu, kemudian di area tengah tangki."

"Saya lihat yang parah di sebelah kanan yang engine, karena Gran Max ini mesinnya ada di bawa jok pengemudi," beber Wildan.

"Belum ada (fakta baru), kami akan konfirmasi ke pihak Daihatsu, kami pengen lihat Gran Max ini tahun ini seperti apa."

"Nanti kami bandingkan biar punya bayangan ketika memeriksa yang benar dan terbakar," imbuh dia.

Sebagai informasi, 12 korban tewas dalam kecelakaan ini. Kedua belas korban itu adalah penumpang Gran Max.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS, TRIBUNNEWS.COM)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved