"Biar adik adik adik@bemui_officialtambah semangat terima tantangan kakaks kakaks tentara buat KKN di desa KKB. Gw tambahin juga ya, gaji Youtube seumur hidup gw buat kalian kalo berani terima tantangan kita.
Maya kan, udah dapat gaji tentara seumur hidup ditambah gaji Youtuber juga.
Syaratnya;
1. Lokasi dari kita yang menentukan.
2. Tidak boleh ada pengawalan sama sekali, kalo mau bawa senjata bela diri silahkan..
3. 1 kelompok KKN maksimal 6 orang.
4. Wajib berkemah minimal 3 malam di lokasi yang telah ditentukan.
5. Menulis surat pernyataan bahwa dengan sadar, sukarela dan bla bla bla atas risikonya sendiri.
Monggo....semangat adiks " tulis Bobon Santoso.
Bukan hanya itu saja, BEM UI juga langsung dihujat setelah mengkritik TNI soal adanya pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di Papua.
Usai unggahannyaSetelah postingan yang menggegerkan publik, Badan eksekutif mahasiswa Universitas Indonesia ( BEM UI) langsung banjir hujatan netizen Indonesia.
Bukan hanya itu saja, bahkan BEM UI langsung mendapatkan jawaban menohok dari Youtuber Bobon Santoso dan dari TNI langsung.
Akun Instagram BEM UI @bemui_official langsung ramai kritik balik dari masyarakat Indonesia.
Masalah ini berawal dari BEM UI yang membuat postingan berupa kritik soal kasus penganiayaan yang dilakukan oknum TNI dengan judul "TNI ANIAYA SIPIL, HENTIKAN PELANGGARAN HAM DI PAPUA!".
"Beredarnya video yang menayangkan tindakan penganiayaan aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap warga di Papua telah menggemparkan publik. Kasus tersebut bukan satu-satunya, data menunjukkan tingginya tingkat pelanggaran HAM mencakup kekerasan aparat terhadap sipil di Papua beberapa tahun terakhir. Kondisi ini jelas-jelas telah melanggar kewajiban negara dalam menegakkan HAM yang termaktub dalam konstitusi dan undang-undang," ungkap BEM UI, 26 Maret 2024 lalu.
"Oleh karena itu, sudah semestinya Indonesia sungguh-sungguh menyikapi pelanggaran HAM di Papua dengan mengadakan investigasi menyeluruh dan memastikan berjalannya proses hukum yang adil dan transparan. Pemerintah juga harus mengutamakan pendekatan dialog dalam merespons aspirasi masyarakat, bukan pendekatan kekerasan yang melanggengkan pelanggaran HAM!" tambah BEM UI.
Tak butuh waktu lama, postingan tersebut langsung banjir kritikan masyarakat Indonesia.
Postingan yang mengkritik Tentara Nasional Indonesia itu pun langsung dibanjiri komentar, terlebih oleh prajurit TNI dan netizen tanah air yang tidak terima atas kritik yang ditulis oleh BEM UI.
Baca: Sosok Melki Sedek Huang, Ketua BEM UI yang Dicopot karena Pelecehan Seksual, Dikenal Berprestasi
Mereka menilai, BEM UI berat sebelah karena mengkritik TNI yang menganiaya anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Sedangkan ketika anggota TNI tewas di tangan KKB, BEM UI tidak bersuara.
"Yuk BEM UI kunjungan ke wilayah KKB yuk," komen @hendrastapijar.