TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gonjang-ganjing Koalisi Perubahan, PKS dan NasDem disebut akan bergabung dengan Prabowo-Gibran, sedangkan PKB dan PDIP menjadi oposisi.
Pemungutan suara Pilpres 2024 telah usai.
Dari hasil quick count, paslon nomor 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berhasil unggul dari para pesaingnya dengan suara di atas 50 persen.
Real count KPU pun juga menunjukkan hasil yang sama, meski belum masuk 100 persen.
Melihat hasil tersebut, tentu sulit untuk paslon nomor 01 Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar dan paslon nomor 03 Ganjar Pranowo - Mahfud MD mengejar Prabowo-Gibran.
Kendati begitu, semua hasilnya masih harus menunggu dari hasil hitung manual oleh KPU.
Dikutip TribunnewsWiki dari Warta Kota, pengamat politik, Jerry Massie, mengatakan peta koalisi pun bakal segera berubah.
Baca: Unggul di Jabar, Inilah Gaji Komeng Jika Jadi Anggota DPD RI, Tunjangan 2 Digit Sudah Menanti
Baca: Terjawab Alasan Titiek Soeharto Cerai dengan Prabowo, Inilah Kisah Cinta Orangtua Didit Hediprasetyo
Prabowo-Gibran yang tadinya didukung Koalisi Indonesia Maju (KIM), terdiri dari Partai Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, Partai Gelora, Partai Prima, Partai Garuda dan PSI, tampaknya akan kedatangan 'tamu' baru.
Menurut Jerry, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan NasDem bakal bergabung ke koalisi Prabowo-Gibran.
Diketahui saat ini perolehan suara sementara PKS 7,61 persen.
"Memang sejauh ini belum ada pernyataan resmi PKS akan merapat ke koalisi Prabowo."
"Tapi saya nilai PKS secara aspek probabilitas politik besar kemungkinan mereka merapat dan bergabung dengan koalisi Prabowo," kata Jerry kepada Tribun, Sabtu (17/2/2024) dini hari.
Menurut Jerry, ada dua indikator kuat PKS bakal bergabung ke koalisi Prabowo-Gibran.
Pertama, dalam beberapa kesempatan Pilpres, PKS selalu mendukung Prabowo.
Baca: Sama-sama Tak Menikah Lagi, Ini Kata Titiek Soeharto soal Rujuk dengan Prabowo, Singgung Perceraian
Baca: Pantas Komeng Bisa Raup 1 Juta Suara di Pemilihan DPD Jabar, Terkuak Rahasia dan Visi Misinya
Jadi antara Gerindra-PKS punya masa lalu yang indah.
Hubungan mereka pun baik-baik saja.
Kedua yakni faktor Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat.
"Saya pikir PKS pernah masuk kabinet SBY saat mereka berkoalisi pada 2004 silam. Apalagi sebelum hengkang bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju Demokrat terlihat mesra di Koalisi Perubahan," Kata Jerry.
Direktur P3S ini juga menyebut PKS dan Jokowi punya kenangan indah saat bersama-sama menjadi koalisi saat ayah kandung Gibran tersebut menjadi Wali Kota Surakarta beberapa waktu silam.
"Saya yakin Gibran juga akan legowo apalagi Jokowi," kata Jerry.