"Malam hari pelaku bersama satu temannya sedang minum-minuman keras.
Baca: Setubuhi Jasad Ibu & Eks Pacar, Ini Pengakuan Junaedi Siswa SMK yang Bunuh 1 Keluarga di Babulu Laut
Pada saat mabuk ada pembicaraan bahwa pelaku punya tanggungan untuk menebus HP yang sedang diservis.
Terkait hal tersebut, pelaku menyatroni rumah korban (untuk mencuri)," imbuh AKBP Supriyanto.
Berniat mengambil barang berharga, JND pun mendatangi rumah Waluyo yang berjarak 25 meter dari rumahnya.
Dari sanalah peristiwa pembunuhan satu keluarga itu dimulai.
"Pada saat masuk ke rumah korban, listrik dimatikan.
Saat itu ayah di luar, pelaku masuk ke rumah tiba-tiba bapaknya masuk rumah.
Pelaku panik dan langsung menimpas (membacok) kepala bapaknya," imbuh AKBP Supriyanto.
Baca: Prabowo-Gibran Kuat di Jatim, Cek Hasil Survei Elektabilitas Pilpres 2024 Terbaru
"Ibunya bangun kemudian ditimpas (dibacok).
Anaknya bangun juga (dibacok). Kelima korban yang jadi korban," sambungnya.
Setelah menghabisi nyawa satu keluarga, JND pun melancarkan aksi pencuriannya.
JND mencuri tiga ponsel milik korban.
Tak cuma itu, JND juga mengambil uang tunai korban senilai Rp300 ribu.
Motif lain
Selain motif pencurian, JND juga disangkakan pada dugaan lain.
Diungkap AKBP Supriyanto ada kemungkinan JND melakukan pembunuhan satu keluarga itu karena dendam pribadi.
Baca: HASIL Elektabilitas Capres 2024 dari 11 Lembaga Survei, AMIN Beri Kejutan, Prabowo-Gibran Stabil
Usut punya usut, pelaku dan korban sering cekcok.
Hal itu lantaran korban tidak suka dengan anjing peliharaan pelaku.
"Sebetulnya sepele saja masalahnya. Mereka (pelaku dan korban) sering cekcok karena masalah ternak, ayam, dan anjing. Kebetulan korban tidak suka anjing sementara pelaku punya anjing," imbuh AKBP Supriyanto.
Tak hanya karena ternak, pelaku dan korban juga sempat bersitegang gara-gara helm.