TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beginilah nasib Baliah pengemis viral Gunung Salak, Bogor, usai aksinya 'a kasihan a' viral di media sosial.
Penghasilan jutaan rupiah Baliah si pengemis viral Gunung Salak tersebut terancam sirna.
Musabab, Baliah diminta Kepala Desa setempat untuk berhenti minta-minta.
Baru-baru ini memang pengemis yang selalu mengucapkan kalimat ‘a kasihan a’ tengah menjadi sorotan publik.
Ia menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial karena ucapan pengemis wanita tersebut.
Satu di antaranya foto dan video itu diunggah @sigma_shitposting, penonton video tersebut mencapai puluhan juta.
Sebenarnya ia hanya mengucapkan 'a kasian a'.
Baca: Baliah Pengemis Viral Gunung Salak Ternyata Korban KDRT, Kerap Disiksa Suami Hanya karena Hal Sepele
Tapi kalimat itu diucapkan dengan nada menarik.
Bahkan saking berbedanya, ucapan a kasian a ini banyak dijadikan back sound postingan netizen di TikTok.
Diketahui, Bailah sendiri adalah warga Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Ia tinggal di belakang kantor Desa Ciasihan.
Kades Ciasihan, Lilih, mengakui bahwa Baliah merupakan warganya dan kerap meminta-minta di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Lilih mengklaim pihaknya sudah sering mengarahkan Baliah agar beralih mencari profesi lain.
Akan tetapi, dengan keterbelakangan mental yang dialami oleh Baliah membuat arahan yang diberikan selalu dihiraukan.
Baca: Pantas Warga Sidoarjo Diminta Bayar Rp11 Juta untuk Pindahkan Tiang Listrik, PLN Jelaskan Sebabnya
"Iya warga saya, cuma dia agak kurang, jadi susah dikasih tahunya, ngemis lagi ngemis lagi," kata Lilih saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Sabtu (13/1/2023).
Kades wanita itu pun mengakui bahwa Baliah masuk dalam kategori tidak mampu.
Di samping itu, Lilih juga mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan.
Ia menyebut bahwa Baliah masih memiliki kerabat yang terbilang mampu dari segi ekonomi.
"Di lain pihak saudaranya juga pada kaya, cuma susah dibilanginnya mau gitu aja. Suaminya kalau kerja bisa, cuma engga bisa bicara aja," ungkapnya.
Meski begitu, kata dia, pemerintah sudah menuntaskan kewajibannya untuk memperhatikan masyarakat tidak mampu melalui program-program bantuan.