Meninggal di Solo, Inilah Perjalanan Hidup Dokter Lo Siaw Ging, Dermawan & Berjasa saat Kerusuhan 98

Berikut ini adalah perjalanan hidup dokter yang dikenal dermawan bernama Lo Siaw Ging yang meninggal dunia di Solo.


zoom-inlihat foto
Sosok-Dokter-Lo-Siauw-King-Dokter-Asal-Solo-yang-Terkenal-Dermawan-Tutup-Usia-di-Umur-90-Tahun.jpg
KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA
Dokter Lo Siaw Ging


Meskipun saat itu, dokter Lo mengetahui bahwa si pasien tidak punya uang cukup untuk membeli obat.

Baca: Lagi Viral, Apa Itu Artinya Julukan Capres El Chudai, El Gemoy, dan El Chef? Ternyata Ini Maknanya

"Apa kamu sudah kaya dan bisa beli beras, kok mau bayar," ujarnya.

Tidak hanya itu, suami dari Maria Gan May Kwee tersebut juga tidak segan untuk memarahi orang tua pasien karena terlalu lama memeriksakan anak mereka yang sakit.

Itu pernah dialami warga Brengosan Solo, Yunita.

"Saya pernah dimarahi, pas itu anak saya panas tinggi dan setelah tiga hari tidak turun turun, saya bawa ke dokter Lo.

Sampai sana dimarahi, kok baru sekarang," kata Yunita pada 14 Agustus 2015.

Semasa hidupnya, ia harus menanggung kurang lebih Rp. 7-8 juta dalam sebulan untuk membantu pasiennya.

Namun dia bercerita, ada seorang donatur yang mengetahui kedermawanannya dan akhirnya tertarik membantu.

"Ada donatur yang berniat membantu saya, karena dengar saya kerjanya bantu pasien yang ndak mampu," katanya singkat.

Baca: Nasib Artis Cantik yang Dulu Hidup Hedon, Sekarang Pasrah Rahim Diangkat Meski Belum Menikah

Meski membantu pasien kurang mampu, dokter Lo mengaku tidak bisa membedakan mana pasien yang benar miskin atau tidak.

"Satu prinsip saya, kalau mau bayar ya terserah dan kalau ndak mampu ya bilang saja nanti dibantu sekalian obatnya.

Saya menghargai kejujuran, ada juga yang pura pura enggak punya uang dan ingin gratisan terus berobat ke saya, ya itu urusan dia sajalah," kata pria yang gemar membaca buku tentang kisah detektif tersebut.

Berjasa saat kerusuhan 1998

Salah satu warga sempat bercerita bahwa saat kerusuhan 98 di Solo, banyak warga keturunan Tionghoa mengungsi dan menutup usaha mereka.

Suasana mencekam dan mengancam warga keturunan Tiongha tersebut tidak menyurutkan Lo Siae Ging untuk melayani pasien.

Dokter lo justru memaksa untuk buka praktik meski sudah diingatkan warga untuk tidak buka praktek.

"Dokter malah sempat marah, katanya kasihan kalau ada pasien yang datang berobat kok tutup," kata Purwadi, warga Jagalan, Solo.

Saat itu warga justru berjaga didepan rumah dokter Lo.

Baca: Pantas Bidan Eka Anugrah Mampu Sumbang 100 Mobil Demi Dukung Anies Baswedan, Bukan Orang Sembarangan

Biar tak pikun, walau usianya sudah tergolong senja, namun dokter Lo tampak masih bersemangat melayani pasien-pasiennya.

Saat disinggung resep hidup untuk terus mengabdi ia mengatakan itu karena berkat Tuhan.





Halaman
123
Penulis: Rakli Almughni
BERITATERKAIT
Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved