Tentara Israel Tembak Mati Drummer Band Persephore, Sebut Tidak Sengaja Dibunuh IDF

Drummer berbakat band metal Persephore, (Yotam Haim) tewas dibunuh tentara Israel secara tidak sengaja.


zoom-inlihat foto
Instagram-persephore-Drummer-band-as-a-dibunuh-oleh-IDF.jpg
Instagram @persephore
Drummer band asal Israel, Yotam Aim 'Persephore', tewas tak sengaja dibunuh oleh IDF.


Sehari sebelum Yotam Haim tewas, Kobi Farhi baru saja mengenang sang drummer di konsernya.

"Tadi malam di konser kami, kami mendedikasikan salah satu lilin Hanukkah yang kami nyalakan di atas panggung untuk Yotam," kata Kobi kepada kantor berita Ynet.

Sementara itu, Ben Horin, vokalis band punk Useless ID, mengaku hancur karena tewasnya Yotam Haim.

Padahal, Ben Horin dan kawan-kawan hendak mengadakan konser amal untuk mendesak Yotam Haim dibebaskan.

Konser itupun kini menjadi acara peringatan kematian yang tragis.

"Saya sangat berharap dia akan kembali ke rumah dan mendengarkan musik yang sangat dia sukai. Dalam beberapa hari, seharusnya ada acara amal oleh band punk dan metal untuk membawanya kembali, yang kini berubah menjadi malam peringatan. Sungguh menyedihkan. Hal seperti ini tidak seharusnya terjadi,” kata Ben Horin.

Band metal Shredhead juga memberikan penghormatan kepada Yotam Haim.

“Dalam kesedihan yang mendalam kami menundukkan kepala untuk mengenang sesama musisi dan metalhead kami, Yotam Haim."

“Berita meninggalnya Yotam membuat kami sangat terpukul setelah kami semua mengharapkan dia kembali dengan selamat dari penawanan di Gaza. Hati kami sakit dan belasungkawa terdalam kami sampaikan kepada keluarga dan teman-temannya. Rest in power,” tulisnya.

Pada hari serangan Hamas, 7 Oktober 2023, Yotam Haim bersama bandnya, Persephore dijadwalkan bermain di PsychoWard Metal Festival.

Produser acara tersebut, Vlasislav Mazurenko mengenang hari di mana Yotam Haim akhirnya tidak jadi main dan diculik.

"Saya terbangun pukul 06.30 karena suara peluncuran Iron Dome dan alarm yang tiada henti. Pada pukul 6.42, saya menulis kepada Anna, pemilik klub Gagarin, bahwa ini bukan situasi normal dan sepertinya kami sedang memasuki perang."

"Pada pukul 6.50, kami memutuskan untuk membatalkan festival agar tidak membahayakan orang. Tidak semua orang menerima pesan tepat waktu, termasuk Yotam Haim."

"Dia (Yotam Haim) memposting sebuah story saat dia keluar, merekam suara tembakan dan berbicara dengan optimis ke kamera. Dia segera kembali ke kamarnya dengan perangkat drumnya dan terus bermain, apapun situasinya."

“Dia sangat bersemangat untuk tampil dan berdedikasi pada permainannya dan bandnya. Kemudian, dia memposting story lain yang situasinya semakin buruk, dan itu adalah story terakhirnya. Baru kemarin, kami semua mendoakan keselamatannya di konser Orphaned Land."

"Ada cahaya dan harapan, dan kami saling berpelukan, berharap dia akan kembali. Harapan itu hilang. Hari ini adalah hari yang kelam di dunia metal. Kami kesakitan, gemetar dan menangis," kenang Vlasislav.

(TRIBUNTRENDS/TRIBUNNEWSWIKI)

Baca berita terkait di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved