Profil Zhafirah Zahrim Febrina, Pendaki Gunung Marapi yang Meninggal Usai Viral Wajahnya Penuh Abu

Pendaki korban erupsi Gunung Marapai bernama Zhafirah Zarim Febrina (19) yang sempat mengirimkan video berlumuran abu vulkanik, telah meninggal dunia.


zoom-inlihat foto
Zhafirah-Zahrim-Febrina-22.jpg
Kolase TribunnewsWiki/Istimewa
Zhafirah Zahrim Febrina


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pendaki korban erupsi Gunung Marapai bernama Zhafirah Zarim Febrina (19) yang sempat mengirimkan video berlumuran abu vulkanik, telah meninggal dunia.

Usai beberapa hari dirawat di rumah sakit, Zhafirah Zarim Febrina kini telah mengembuskan napas terakhirnya.

Diketahui, luka bakar yang diderita Zhafirah Zarim Febrina terbilang cukup parah.

Korban jiwa erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat pun kini bertambah menjadi 24 orang.

Zhafirah Zarim Febrina meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, pada Minggu (17/12/2023) sekitar pukul 17.50 WIB.

Zhafira sempat menjadi perhatian karena videonya meminta tolong yang dikirim ke ibunya menjadi viral.

Dalam video yang beredar, tampak Zhafirah mengalami sesak napas dan berusaha menarik napas dalam-dalam.

Zhafirah Zahrim Febrina
Zhafirah Zahrim Febrina (Istimewa)

Baca: Resmi Bebas, Muhyani Cerita Kronologi Maling Kambing yang Tewas Ia Tusuk: Daripada Saya yang Mati

Video itu sengaja direkam oleh Zhafirah dan dikirimkan ke sang ibu untuk mengabarkan kondisi dirinya yang terjebak di Gunung Marapi yang mengalami eruspi pada Minggu (3/12/2023).

Setelah video itu viral, Zhafirah berhasil ditemukan dalam kondisi hidup, Senin (4/12/2023).

Setelah berhasil dievakuasi, Zhafirah lantas dirujuk ke RSUP M Djamil Padang akibat luka bakar yang dideritanya.

Sementara itu, bibi korban, Rani Radelani mengatakan, saat situasi kacau karena erupsi Gunung Marapi, barang-barang Zhafirah sudah hilang.

Video itu, kata Rani, dikirim oleh Zhafirah melalui ponsel pendaki lain yang tercecer.

"Barang dia hilang semuanya, jadi ada handphone orang dapat sama dia," kata Rani.

"Ada sinyal dan bisa dibuka handphone-nya (dikirim kondisinya)," ujar Rani, dilansir TribunPadang.com.

Baca: Sosok Penyusup di Acara Internal Gerindra, Video Prabowo soal Ndasmu Etik Ternyata Diedit-Tidak Utuh

Rani menambahkan, Zhafirah mendaki bersama teman kampusnya pada Jumat (1/12/2023).

Rombongan pun berencana pulang pada Minggu.

Namun, di hari rencana rombongan itu pulang, Gunung Marapi mengalami erupsi hingga mengakibatkan 24 pendaki meninggal dunia, termasuk korban terakhir Zhafirah.

Rani mengatakan, pendakian Zhafirah ke Gunung Marapi merupakan kali pertama.

Sebelumnya, kata Rani, Zhafirah pernah tracking, namun tak pernah ke gunung.

Lebih lanjut Rani menuturkan, sebelum mendaki Gunung Marapi, Zhafirah sudah pamit ke keluarga.





Halaman
12
Penulis: Rakli Almughni
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved