Hizbullah lalu mengumumkan operasi lain pada pukul 15:45 sebagai tanggapan atas kematian Omar dan Me'mari.
Menggunakan peluru kendali, serangan Hizbullah ini menargetkan tentara Israel yang ditempatkan di dalam sebuah rumah di pemukiman "Avivim" dekat perbatasan Lebanon.
Hizbullah mengklaim kalau sasarannya terkena serangan langsung, dan mengonfirmasi adanya banyak korban jiwa.
"Pangkalan militer Israel "Beit Hillel" kemudian menjadi sasaran pada pukul 16:10 oleh rentetan roket Grad (Katyusha) sebagai tanggapan atas matinya jurnalis dan warga sipil, dan untuk mendukung Gaza dan Palestina," kata Hizbullah dalam pernyataan ketiga.
Pernyataan itu mengonfirmasi adanya serangan langsung yang mengakibatkan banyak korban jiwa di pihak Israel.
Para Jurnalis Diserang Setelah Off-air
Koresponden Al Mayadeen, Farah Omar, dan juru kamera, Rabih Me'mari, terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak Israel di lokasi mereka di Tayr Harfa, Lebanon Selatan.
Kematian keduanya menandai episode baru dalam serangkaian panjang kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel.
Dua roket Israel diluncurkan ke lokasi mereka, yang mengakibatkan mereka langsung tewas.
Farah dan Rabih mengakhiri siaran langsung pada pukul 11 pagi, memberikan informasi terkini tentang pemboman Israel terkini di Lebanon Selatan.
Dia dan rekan-rekannya menjadi sasaran segera setelah mereka menyelesaikan liputan mereka dan saat tidak mengudara (off-air).
(TRIBUNTIMUR/TRIBUNNEWSWIKI)