Israel Serang Suriah Lewat Udara Usai Kesepakatan Hamas

Outlet berita resmi Suriah SANA melaporkan bahwa dua rudal Israel mencapai wilayah yang tidak ditentukan di luar Damaskus. 


zoom-inlihat foto
Tentara-Israel-di-66.jpg
JACK GUEZ / AFP
Tentara Israel dikerahkan di kibbutz Beeri dekat perbatasan dengan Gaza pada 11 Oktober 2023. Jumlah korban tewas dalam lima hari pertempuran sengit antara Hamas dan Israel meningkat tajam dalam semalam ketika Israel terus membombardir Gaza setelah menemukan korban tewas dari komunitas terakhir di dekatnya. perbatasan tempat militan Palestina bersembunyi. (Photo by JACK GUEZ / AFP)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Israel diduga terus menyerang sasaran yang berafiliasi dengan Iran di Suriah di tengah perang Gaza.

Suriah menuduh Israel melancarkan lebih banyak serangan udara pada, Rabu (22/11/2023), di dalam wilayahnya, merujuk pada kelanjutan serangan menyusul kesepakatan dengan Hamas untuk menghentikan pertempuran di Gaza.

Outlet berita resmi Suriah SANA melaporkan bahwa dua rudal Israel mencapai wilayah yang tidak ditentukan di luar Damaskus. 

Pertahanan udara Suriah berhasil menjatuhkan salah satu rudal tersebut.

Sementara rudal lainnya menyebabkan kerusakan material, menurut outlet tersebut.

Dugaan serangan udara Israel di Suriah adalah kejadian biasa dan menghantam sasaran militer Suriah dan Iran di seluruh negeri. 

SANA dan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris melaporkan serangan udara Israel di dekat Damaskus pada Jumat lalu. 

Setidaknya dua pejuang yang berafiliasi dengan kelompok yang didukung Iran tewas, lapor observatorium tersebut.
 

Baca: Hizbullah Bantu Hamas Serang Israel, Mulai Kerahkan Artileri hingga Rudal untuk Tentara Zionis

Baca: Perjanjian Gencatan Senjata Israel-Hamas Segera Terungkap


Sementara itu, Milisi perlawanan Lebanon, Hizbullah dilaporkan melancarkan serangkaian serangan ke wilayah dan fasilitas militer Israel sebagai respons pengeboman di wilayah teritorial mereka.

Terbaru pada Rabu, (22/11/2023), Hizbullah menargetkan tim logistik Israel yang merenovasi situs militer Israel.

Beberapa laporan menyebut kalau serangan tersebut menyasar pabrik pengembangan Iron Dome Israel.

Hizbullah mengumumkan kalau serangan tersebut dilakukan sebagai pembalasan serangan Israel dan sebagai solidaritas terhadap rakyat Palestina serta milisi perlawanan mereka, Hamas di Gaza.

Pihak Hizbullah, menyatakan, mereka menargetkan tim logistik Israel yang sedang merenovasi situs militer al-Bayyad yang rusak di Blida.

Balas Kematian Jurnalis Al Mayadeen

Selasa (21/11/2023) kemarin, Hizbullah mengumumkan pelaksanaan tiga operasi terpisah terhadap situs militer Israel sebagai pembalasan atas terbunuhnya jurnalis Al-Mayadeen Farah Omar dan Rabih Me'mari yang dilakukan IDF pada hari itu.

Al-Mayadeen adalah kantor berita yang berbasis di Beirut, Lebanon dan memiliki jaringan di sebagian besar negara Arab, bersaing dengan Al-Jazeera dari Qatar dan Al Arabiya dari Saudi Arabia.

Hanya beberapa jam setelah para wartawan itu meninggal, Hizbullah pada pukul 14:25 menargetkan unit "Korps Perang".

Unit ini terafiliasi intelijen militer Israel yang ditempatkan di sebuah rumah di pinggiran pemukiman Menara, Israel. 

Serang Hizbullah ke unit ini dilakukan menggunakan dua peluru kendali.

Serangan dilaporkan langsung mengenai sasaran, mengakibatkan kematian dan cedera yang dikonfirmasi di antara pasukan Israel.

Hizbullah lalu mengumumkan operasi lain pada pukul 15:45 sebagai tanggapan atas kematian Omar dan Me'mari.

Menggunakan peluru kendali, serangan Hizbullah ini menargetkan tentara Israel yang ditempatkan di dalam sebuah rumah di pemukiman "Avivim" dekat perbatasan Lebanon.

Hizbullah mengklaim kalau sasarannya terkena serangan langsung, dan mengonfirmasi adanya banyak korban jiwa.

"Pangkalan militer Israel "Beit Hillel" kemudian menjadi sasaran pada pukul 16:10 oleh rentetan roket Grad (Katyusha) sebagai tanggapan atas matinya jurnalis dan warga sipil, dan untuk mendukung Gaza dan Palestina," kata Hizbullah dalam pernyataan ketiga.

Pernyataan itu mengonfirmasi adanya serangan langsung yang mengakibatkan banyak korban jiwa di pihak Israel.

Para Jurnalis Diserang Setelah Off-air

Koresponden Al Mayadeen, Farah Omar, dan juru kamera, Rabih Me'mari, terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak Israel di lokasi mereka di Tayr Harfa, Lebanon Selatan.

Kematian keduanya menandai episode baru dalam serangkaian panjang kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel.

Dua roket Israel diluncurkan ke lokasi mereka, yang mengakibatkan mereka langsung tewas.

Farah dan Rabih mengakhiri siaran langsung pada pukul 11 pagi, memberikan informasi terkini tentang pemboman Israel terkini di Lebanon Selatan.

Dia dan rekan-rekannya menjadi sasaran segera setelah mereka menyelesaikan liputan mereka dan saat tidak mengudara (off-air).

(TRIBUNTIMUR/TRIBUNNEWSWIKI)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved