VIRAL Aborsi Online, Dokter Gadungan Pandu Korban Lewat WhatsApp Modal Info dari Google

Tersangka SM yang mengaku sebagai dokter memandu orang yang akan melakukan aborsi via whatshap


zoom-inlihat foto
Tribun-Jabar-Lutfi-AMVIRAL-Aborsi-Online-Dokter.jpg
Tribun Jabar/ Lutfi AM
VIRAL Aborsi Online, Dokter Gadungan Pandu Korban Lewat WhatsApp Modal Info dari Google Kasus Aborsi Ilegal yang memandu korbannya secara online, oleh dokter gadungan akhirnya terungkap oleh jajaran Polresta Bandung.


"Mulai bagaimana cara mengkonsumsinya, kemudian setelah keluar fotonya dikirim kepada tersangka dan dibimbing oleh tersangka melalui WA, " kata Kusworo.

Jadi, kata Kusworo, untuk obat ini memang tersangka SM mendapatkannya dari RI alias Iwan (28), 12 strip dengan harga Rp 2,5 juta.

"Namun, tersangka SM menjual 1 strip Rp 1,5 juta kepada para korbannya, " Katanya.

Kedua tersangka, kata Kusworo, diamankan di Gerbang Tol Soroja, Soreang

Adapun RI mendapatkan obat aborsi itu dari seseorang di Jakarta.

Orang tersebut masih dalam pencarian.

Atas perbuatannya, kata Kusworo, tersangka dikenakan pasal 435 UU kesehatan, yaitu barang siapa tidak sesuai dengan keahlian atau kewenangannya melakukan praktek farmasi atau menyediakan fasilitas farmasi tanpa izin.

"Ancaman hukumannya, minimal pidana penjara 5 tahun, maksimal 12 tahun pidana penjara, " katanya.

Modal belajar dari Google

Saat ditampil pada ekspos kasus di Mapolresta Bandung, tersangka DD mengaku telah lebih dari 100 orang yang ia pandu untuk melakukan aborsi.

Soal aborsi, ia mengaku mengetahuinya dari hasil pencarian di Google.

Dede mengaku mendapatkan pengetahuannya tentang aborsi dari hasil pencariannya di Google. Dede mengaku sudah memandu praktik aborsi dengan memanfaatkan grup Facebook dan Whatsapp sejak tahun 2021.

"Dari tahun 2021, korban ada 100 orang lebih, " katanya.

Menurut Dede, satu strip obat untuk aborsi yang ia jual berisi sepuluh butir.

"Per butirnya saya jual Rp 150 ribu," ujarnya. (lutfi ahmad mauludin)

Banyak korban berusia 20 tahun ke atas

Kasatnarkoba Polresta Bandung, Kompol Agus Susanto mengungkapkan pengakuan tersangka yang menyebut paling banyak korban berusia 20 tahun ke atas.

"Tapi tidak semua korbannya belum menikah, ada juga yang sudah menikah, tapi melakukan aborsi karena terlalu banyak anak," kata Agus.

Agus mengungkapkan, adapun kandungan korban yang dia aborsi dengan dipandu secara online dan meminum obat dari tersangaka, maksimal 4 bulan.

"Walau memang katanya sempat ada yang lebih dari usia kandungan empat bulan. Dari pengakuannya tak ada yang sampai meninggal dunia," ucapnya.

(TRIBUNNEWSWIKI)

Artikel ini telah tayang di Tribun Jabar dengan judul Kasus Aborsi Online di Bandung Terbongkar, Dinkes Bandung Sebut Bukan Pakai Obat Penggugur Kandungan dan TAMPANG dan Sosok Dede Dokter Gadungan Buka Praktik Aborsi Online di Bandung, Tawarkan di Grup FB

Baca berita terkait aborsi di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved