Cita rasa ini diwakili dengan keberadaan Satay Club by Harry’s, yang terkenal dengan sate khasnya, juga menawarkan kreasi koktail fusion lokal seperti Chendol Colada, TSK "Kopi" Ice, dan Harry's Singapore Sling yang terkenal.
Baca: San Remo Cetak Rekor MURI dalam Perayaan Hari Pasta Sedunia
Lebih lanjut, ada juga Chicken Rice Wee Nam Kee, tempat di mana pengunjung dapat menikmati nasi ayam ikonik Singapura.
Sementara itu, di toko roti dan kios kopi; The Hainan Story, kue-kue fresh from the oven dan Kopi Gu You (kopi mentega) akan memuaskan kehausan akan warisan kuliner Singapura.
Hidangan favorit lokal lainnya juga tersedia, termasuk CRAVE Nasi Lemak; menjual hidangan nasi kelapa populer yang dipadukan dengan berbagai lauk, dan Old Chang Kee yang terkenal dengan kari puff dan makanan ringan lainnya.
Ruang publik T2 yang telah direvitalisasi juga menjadi rumah bagi sejumlah merek lokal dan internasional baru nan menarik.
Ada Kopi Kenangan dari Indonesia yang tidak hanya terkenal karena kopi berkualitas tinggi dan harga terjangkau, tetapi juga karena beragam pilihan minumannya yang mempertemukan Asia dengan dunia.
Hidangan khas yang wajib dicoba adalah Kenangan Latte, perpaduan indah antara espresso dan gula aren.
Bagi para penggemar dim sum, merek lokal terkenal Swee Choon akan hadir tetap dengan hidangan-hidangan favorit sekaligus memperkenalkan gelato teh susu Hongkong yang akan bekerja sama dengan kafe es krim lokal Creamier secara eksklusif di Changi Airport.
Baca: Bioskop Online Berkolaborasi dengan Festival Film Indonesia 2023 Umumkan Daftar Nominasi
Changi Airport telah meningkatkan pengalaman perjalanan wisatawan di T2 dengan serangkaian inovasi.
Inovasi ini mencakup Fast and Seamless Travel (FAST) untuk penggunaan umum (common use), peningkatan otomatisasi kios check-in dan mesin penyerahan bagasi.
Dengan Automated Clearance Initiative, penumpang dengan paspor biometrik yang memenuhi syarat dapat memanfaatkan jalur imigrasi otomatis ketika tiba di Changi Airport.
Sebagai catatan, T2 adalah terminal pertama di Changi yang memperkenalkan Special Assistance Lanes otomatis di imigrasi kedatangan dan keberangkatan bagi penyandang disabilitas dan anak-anak.
Selain itu, sistem penyimpanan bagasi awal telah sepenuhnya otomatis dengan kemampuan menyimpan hingga 2.400 tas secara bersamaan.
Wisatawan Indonesia dapat mengetahui lebih lanjut mengenai T2 dan segala hal terkait perjalanan dengan mengunjungi situs kami di id.changiairport.com atau follow Facebook dan Instagram Changi Airport.
Wisatawan juga dapat menemukan inspirasi dan tips perjalanan di blog Travel Journal.
Tentang Changi Airport Group
Changi Airport Group (Singapore) Pte Ltd (CAG) (www.changiairportgroup.com) berdiri pada 16 Juni 2009 dan menjadi korporatisasi Singapore Changi Airport (IATA: SIN, ICAO: WSSS) pada 1 Juli 2009.
Sebagai perusahaan yang membawahi Changi Airport, CAG melakukan fungsi utamanya yang berfokus pada operasi dan manajemen bandara, pengembangan hub udara, kegiatan komersial, dan layanan darurat bandara.
CAG juga membawahi Bandara Seletar (IATA: XSP, ICAO: WSSL) dan melalui anak perusahaannya Changi Airports International, berinvestasi dan mengelola bandara asing.
Sebagai salah satu hub penerbangan internasional paling terhubung di Asia, Changi Airport menghubungkan Singapura ke sekitar 150 kota di seluruh dunia, dengan lebih dari 100 maskapai mengoperasikan lebih dari 6.400 penerbangan mingguan.