"Secara etis memang tidak ada dasarnya itu, kecuali kita mau hitung itu sebagai perintah Pak Jokowi, ‘Tunggu aja kamu tuh karena Megawati lagi hina-hina saya, maka saya juga mau hinda-hina dia terus,'" kata Rocky.
Baca: Megawati Disebut Baru Berperang Lawan Jokowi jika Gibran Sudah Pasti Jadi Cawapres Prabowo
Rocky juga menyinggung Megawati yang tak kunjung memecat Gibran. Menurutnya, Gibran seharusnya dipecat karena sudah jelas melanggar anggaran partai atau melanggar kesepakatan di dalam partai.
“Tapi dibiarkan, jadi betul-betul ini seolah-olah memancing sampai peluru terakhir dikuras baru menyatakan ceasefire (gencatan senjata) atau justru sebelum ceasefire, diperpanjang perang itu
Adapun mengenai Jokowi, Rocky mengatakan sebaiknya jika Jokowi memang pro Prabowo, langsung menyatakannya saja.
“Enggak usah main-main tuh sehingga Prabowo pernah dalam suatu keadaanya yang gamang juga."
Perang dimulai jika Gibran sudah jadi cawapres
Sementara itu, pengamat politik Ujang Komarudin menduga perang yang sebenarnya antara Megawati dan Jokowi baru akan dimulai jika Gibran sudah pasti menjadi cawapres Prabowo.
"Dalam konteks itu artinya perseteruan baru terjadi, antiklimaks antara Jokowi dan Megawati, karena kan harusnya Jokowi dan Gibran patuh pada keputusan partai untuk mendukung Ganjar," ujar Ujang, Selasa, (17/10/2023), dikutip dari Tribun Jakarta.
Baca: Gibran Jadi Cawapres, Prabowo: Jika Dinasti Jokowi Ingin Berbakti kepada Rakyat, Salahnya Apa?
Ujang mengatakan apabila perang Megawati melawan Jokowi sunguh-sungguh terjadi, kubu PDIP yang akan lebih dominan untuk mendelegitimasi Jokowi.
"Karena itu kelihatannya PDIP akan habis habis-habisan, mati-matian bertarung dengan Jokowi yang ada di kubu Prabowo-Gibran," ujar akademisi dari Universitas Al Azhar Indonesia itu.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Jokowi di sini.