Gibran Jadi Cawapres, Prabowo: Jika Dinasti Jokowi Ingin Berbakti kepada Rakyat, Salahnya Apa?

Prabowo Subianti mengatakan tak ada salahnya jika dinasti politik Presiden Jokowi ingin berbakti.


zoom-inlihat foto
2323-Gibran-dan-Prabowo.jpg
Instagram/prabowo
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto meminta masyarakat di tanah air untuk berpikir positif perihal dinasti politik.

Permintaan Prabowo itu disampaikan setelah muncul rumor tudingan dinasti politik lantaran putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekaligus Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, ditunjuk sebagai cawapres pendamping Prabowo.

Menurut Prabowo, pihaknya adalah dinasti yang ingin mengabdi kepada rakyat.

"Kita dinasti merah putih, kita dinasti patriot, kita dinasti yang ingin mengabdi untuk rakyat," kata Prabowo dikutip dari video di kanal YouTube Kompas TV, Selasa, (24/10/2023).

Prabowo mengatakan tak ada salahnya jika dinasti politik Jokowi ingin berbakti.

"Jika dinastinya Pak Jokowi ingin berbakti pada rakyat, kenapa? Salahnya apa?"

"Jadi berpikir yang baiklah, berpikir positif," ujar Prabowo.

"Kita jangan cari yang negatif, cari yang positif."

Baca: Gibran Kuat secara Politik, Nasibnya di PDIP Disebut Sengaja Digantung, Tak Langsung Dipecat

Prabowo juga mengaku sebagai bagian dari dinasti dengan menyebutkan asal-usulnya.

"Saya anaknya Sumitro (Djojohadikoesoemo), cucunya Margono Djojohadikoesoemo). Paman saya gugur untuk Republik Indonesia."

Prabowo adalah putra Sumitro Djojohadikoesoemo yang pernah menjadi Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan. Adapun kakeknya, Margono, dikenal sebagai pendiri Bank Negara Indonesia.

Jokowi restui

Jokowi merestui Gibran menjadi cawapres pendamping Prabowo. Jokowi mengatakan, sebagai orang tua, dia hanya bisa merestui Gibran untuk maju pada Pilpres 2024.

"Ya orang tuanya tugasnya hanya mendoakan dan merestui," kata Jokowi ketika ditemui wartawan di Tugu Pahlawan, Surabaya, selepas menghadiri acara Apel Hari Santri Nasional 2023, Minggu, (22/10/2023), dikutip dari Kompas.com.

Jokowi juga mengungkapkan alasan dia akhirnya memilih untuk merestui Gibran.

Dia mengatakan adanya tawaran agar Gibran menjadi cawapres adalah urusan pribadi Gibran. Oleh karena itu, Jokowi enggan mempengaruhi setiap keputusan Gibran dan memilih merestuinya.

"Keputusan semua sudah dewasa, jangan terlalu mencampuri urusan yang sudah diputuskan oleh anak-anak kita," katanya.

Baca: Jokowi, Anwar Usman, Gibran dan Kaesang Resmi Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi, Kolusi & Nepotisme

Presiden Joko Widodo diwawancari oleh wartawan setelah menghadiri Apel Hari Santri 2023 di Tugu Pahlawan, Surabaya, Minggu, (22/10/2023).
Presiden Joko Widodo diwawancari oleh wartawan setelah menghadiri Apel Hari Santri 2023 di Tugu Pahlawan, Surabaya, Minggu, (22/10/2023). (Surya.co.id/Yusron)

Diumumkan

Prabowo telah mengumumkan Gibran sebagai cawapresnya pada Minggu malam, (22/10/2023).

Pengumuman itu disampaikan setelah seluruh ketua umum partai politik pendukung Prabowo mengadakan rapat di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.





Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved