“WHO mengutuk keras serangan terhadap Rumah Sakit Al Ahli Arab,” kata badan kesehatan PBB itu dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.
“Rumah sakit itu masih beroperasi, dengan pasien, petugas kesehatan dan perawat, serta pengungsi internal berlindung di sana. Laporan awal menunjukkan ratusan korban jiwa dan cedera,” jelas WHO.
Israel Langgar hukum Perang Internasional
Direktur kedaruratan WHO Michael Ryan menegaskan bahwa setiap serangan terhadap layanan kesehatan merupakan pelanggaran hukum internasional.
Militer Israel diyakini telah melakukan kejahatan perang karena menargetkan penembakan dan pengeboman staf medis Palestina di Gaza.
Berdasarkan Hukum Humaniter Internasional, salah satu objek yang harus dilindungi dalam perperangan adalah unit layanan medis maupun petugas medis.
Namun, serdadu Israel tampaknya tak peduli dengan aturan Hukum Perang Internasional itu.
Kejahatan perang tersebut akhirnya dituduhkan oleh Kementerian Kesehatan di Gaza yang mengatakan militer Israel“dengan sengaja menargetkan staf medis Palestina.”
Pernyataan itu diumumkan tak lama setelah serangan Israel menghantam ambulans di Gaza yang menewaskan dua orang dan melukai dua paramedis.
“Tim medis bekerja dalam kondisi berbahaya dan kami menyerukan badan-badan internasional untuk mengambil langkah efektif untuk melindungi mereka,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Palestina, dikutip dari live update Al Jazeera, Rabu (11/10/2023).
Pada tahun 2014, laporan Amnesty International menyimpulkan bahwa enam petugas kesehatan tewas dalam serangan yang disengaja dilakukan militer Israel di beberapa wilayah Gaza.
Padahal, kendaraan tersebut dengan jelas ditandai sebagai ambulans yang sedang bertugas.
Dalam satu kasus, staf medis yang berupaya membantu petugas kesehatan yang terluka parah juga ditembak pasukan Israel.
Penargetan yang disengaja terhadap pekerja layanan kesehatan di zona konflik itu diklaim sebagai kejahatan perang.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant telah berjanji untuk meningkatkan perang melawan Hamas dengan serangan darat.
Gallant, yang berbicara kepada pasukan Israel di dekat pagar Gaza pada Selasa, mengatakan bahwa setelah menggempur Gaza melalui udara, pihaknya juga akan melakukan penggempuran melalui darat.
“Kami memulai serangan dari udara, nanti kami juga akan menyerang dari darat,” “Kami telah mengendalikan area tersebut sejak hari kedua dan kami melakukan serangan.
Ini hanya akan semakin intensif,” tambahnya.
Menurut Gallant, Hamas menginginkan perubahan dan mereka akan mewujudkannya.
Apa yang dulu ada di Gaza tidak akan ada lagi.