SADIS Israel Rudal RS di Gaza Hancur dan 500 Orang Tewas, Zionis Langgar Hukum Perang Internasional

Jumlah korban tewas di serangan di RS Gaza tersebut adalah yang tertinggi dari semua insiden di Gaza yang pernah dilaporkan usai perang Hamas-Israel


zoom-inlihat foto
KATA-KHATIBAFPKATA-KHATIBAFPc.jpg
KATA KHATIB/AFP
Petugas medis mengangkut seorang pemuda yang terluka dalam serangan udara Israel di daerah Beit al-Jazzar, ke rumah sakit al-Najjar di kota Rafah di Jalur Gaza selatan, pada 18 Oktober 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas. Presiden AS Joe Bidden mendarat di Tel Aviv pada 18 Oktober ketika kemarahan Timur Tengah berkobar setelah ratusan orang tewas dalam ledakan rumah sakit di Gaza yang dilanda perang, yang mana Israel dan Palestina langsung saling menyalahkan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rumah sakit di Gaza hancur terkena serangan dari pasukan Israel, pada Selasa (17/10/2023).

Perang antara Israel dan Palestina kini semakin mengerikan.

Ribuan orang dari dua negara dilaporkan menjadi korban akibat perang ini.

Kali ini, rumah sakit di Gaza terkena roket yang diluncurkan oleh Israel.

Otoritas Gaza mengatakan serangan tersebut berasal dari Israel.

Namun, selang beberapa saat, Israel mengatakan sebuah roket Palestina telah menyebabkan ledakan tersebut.

Baca: Palestine Liberation Organization (PLO)

Jumlah korban tewas dalam serangan di RS Gaza tersebut adalah yang tertinggi dari semua insiden di Gaza yang pernah dilaporkan setelah perang Hamas-Israel pecah pada 7 Oktober lalu.

Sebagaimana dikutip dari Reuters, Menteri Kesehatan di pemerintahan Gaza yang dikelola Hamas, Mai Alkaila, menuduh Israel melakukan "pembantaian" di RS Al-Ahli al-Arabi.

Seorang wanita bereaksi ketika orang-orang berkumpul di lokasi rumah sakit Ahli Arab di Gaza tengah pada 18 Oktober 2023 setelah ledakan semalam di sana. Sebuah ledakan melanda sebuah rumah sakit di Gaza yang dilanda perang dan menewaskan ratusan orang pada tanggal 17 Oktober malam, memicu kecaman global dan protes kemarahan di seluruh dunia Muslim.
Seorang wanita bereaksi ketika orang-orang berkumpul di lokasi rumah sakit Ahli Arab di Gaza tengah pada 18 Oktober 2023 setelah ledakan semalam di sana. Sebuah ledakan melanda sebuah rumah sakit di Gaza yang dilanda perang dan menewaskan ratusan orang pada tanggal 17 Oktober malam, memicu kecaman global dan protes kemarahan di seluruh dunia Muslim. (MAHMUD HAMS / AFP)

Serangan tersebut menewaskan ratusan orang dan terjadi selama kampanye pengeboman Israel selama 11 hari di Gaza.

Sebelumnya, seorang kepala pertahanan sipil Gaza mengatakan 300 orang tewas dan seorang pejabat Kementerian Kesehatan mengatakan 500 orang tewas.

Hamas mengatakan bahwa ledakan tersebut sebagian besar menewaskan para pengungsi.

Seorang juru bicara Militer Israel mengatakan analisis oleh sistem operasionalnya menunjukkan "rentetan roket musuh" yang ditujukan ke Israel melewati rumah sakit pada saat serangan terjadi dan menyalahkan kelompok Jihad Islam Palestina.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa bukan Militer Israel yang telah menyerang rumah sakit Gaza.

Jihad Islam Palestina sendiri telah membantah bahwa roket-roketnya terlibat dalam ledakan di rumah sakit tersebut, dan mengatakan bahwa mereka tidak memiliki aktivitas di dalam atau di sekitar Kota Gaza saat itu.

Jihad Islam sebelumnya dilaporkan telah ikut ambil bagian dalam serangan yang dipimpin Hamas ke Israel pada 7 Oktober dan, seperti Hamas, telah menembakkan sejumlah roket ke Israel.

Para pengungsi di Jalur Gaza yang melarikan diri dari pengeboman Israel telah berbondong-bondong pergi ke rumah sakit, mencari perlindungan di sekitar mereka dengan harapan mereka akan lebih aman.

Baca: Selamatkan Diri, Puluhan Ribu Warga Palestina Tinggalkan Gaza Utara setelah Diultimatum Israel

Pada pekan lalu Israel memerintahkan semua orang yang tinggal di bagian utara Jalur Gaza, yang panjangnya hanya 45 km dan dihuni oleh 2,3 juta orang, untuk meninggalkan rumah mereka dan pergi ke selatan.

Namun, serangan udara telah menghantam target-target di seluruh daerah kantong tersebut dan meskipun ada ekspektasi akan adanya serangan darat dari Israel, beberapa orang yang mengungsi mulai kembali ke utara.

Kecaman

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengutuk serangan mematikan pada Selasa di sebuah rumah sakit di Gaza dan menuntut perlindungan segera bagi warga sipil dan layanan kesehatan di jalur tersebut.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved